Meluruskan niat Dan Memperbaruinya.

Meluruskan niat itu PENTING.

Memperbaruinya itu pun juga tak kalah PENTING

Sering kita menjalani serangkaian aktifitas, lupa meniatkannya untuk apa.

Pasti tak ada di antara kita ingin menjadi manusia merugi di akhirat kelak lantaran lelah kita di dunia tak terbalas dengan ridho Alloh. Hal itu, tak lain karena kita lupa meluruskan niat kita. Bahwa apapun yang kita lakukan, yang kita jalani adalah semata2 lillaah..

Bisa juga, karena telah terbiasa melakukan amal-amal shalih, namun karena sudah menjadi rutinitas, tanpa disadari yang awalnya adalah niatan ibadah lillaah, perlahan niat tersebut mulai tergeser hanya sebatas rutinitas, tanpa ruh..

Hati-hatilah jika kebosanan & kemalasan mendera kita dalam beramal shalih. Bisa jadi itu terjadi karena niat yg tak lurus atau karena kita lupa memperbarui niat kita. Jika niat sebuah amal dilakukan selain lillaah, maka ianya tak bernilai ibadah. Hanya akan menjadi perbuatan yang sia-sia & menjadi amalan yang tertolak.

Jika amal shalih/ibadah dilakukan dengan malas-malasan atau terpaksa, maka periksa diri kita. Pasti ada yang salah di dalamnya. Fitrah kita adalah menghamba kepada Alloh. Jika kemudian sifat ini memudar, wajarlah malas dan terpaksa dalam beribadah kepadaNya mendera.

Innamal a’malu binniyaat -Sesungguhnya setiap amal itu bergantung pada niatnya-

Hadits dari Rasulullaah saw ini menunjukkan betapa vital dari sebuah niat yang besar perannya dalam mendahului sebuah amal.

Termasuk di era gadget ini, mudah sekali kita share/broadcast segala informasi, termasuk kisah-kisah inspiratif, kisah-kisah hikmah dan taujih-taujih yang mencerahkan dan menenangkan hati bagi yang membaca/mendengarkannya. Jika kita melakukan hal ini -share, forward, broadcast- sudahkah kita meluruskan niat kita??

Sekilas tampaknya tak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan. Niat karena Alloh untuk menyebarkan kebaikan, tuk berdakwah dst berharap menjadi washilah sampainya hidayah pada sang penerima informasi. NAMUN, sudahkah kita menyerap -menginternalisasi- dengan benar informasi yang kita share/sebarkan???

Jangan-jangan kita hanya peduli dengan orang lain, namun lupa dengan diri kita. Kita hanya -berhenti- mengagumi kisah-kisah hikmah, kisah-kisah inspiratif dan taujih-taujih tersebut lalu menyebarkannya tanpa menginternalisasinya dalam diri kita.

Kita lupa…lupa bahwa kisah-kisah itu dan taujih-taujih itu juga sangat berharga untuk diri kita, namun kita hanya senang mengagumi dan menyebarkannya. Lalu untuk apa kisah-kisah dan taujih-taujih itu Alloh sampaikan kepada kita? Jika kita berharap hidayah Alloh bisa sampai kepada orang-orang yang membaca/mendengar dari apa yang kita share, apakah kita lupa bahwa kita juga sangat butuh hidayah itu sampai pada diri kita…?!?!

Masalahnya, tak ada upaya bagi diri kita untuk menginternalisasi nilai-nilai kebaikan itu dengan cara merenunginya, mentadabburinya, introspeksi dan segala upaya tuk menjadikan diri ini menjadi pribadi yang lebih baik, berkualitas dan selalu membawa perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.

Jadi, mulai saat ini, jangan hanya sekedar menyampaikan kebaikan-kebaikan namun lupa bahwa PENTING bagi kita tuk menginternalisasinya ke dalam diri kita LILLAAH…

Semangat berbagi kebaikan..
Semangat berhijrah..
Semangat memperbaiki diri..
Semangat menjadi pribadi yang shalih & bermanfaat bagi orang tua, keluarga, umat, bangsa dan negara juga bagi agama..

#ayolebihbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s