Mengawali Qiyamullall dan Tahajjud Dengan al-Quran dan Doa.

Bagaimana Rasulullah saw. menjalankan amalan qiyamullail?
Pertama, diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia berkata, “Rasulullah saw. tidur hingga pertengahan malam, atau beberapa saar sebelum penenganan malam, atau beberapa saat sesudah pertengahan malam. Beliau bangun, lalu mengusap rasa kantuk dari wajah beliau dengan tangan, lalu membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali Imran.” (HR. Muslim )
Juga diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra., ia pernah menginap bersama Nabi saw. pada suatu malam, lalu beliau bangun di akhir malam kemudian berdiri dan melihat ke langit lalu membaca ayat ini dalam surat Ali Imran:

lnna fii khalqlssamaawaati wal-ardhi wakhtilaafillaili wannahaari la’aayaatil liuil albaab. Alladziina yadzkuuruunaallaaha qiyaamaw waqu’uudaw wa’alaa junuubihlm wayatafakkaruuna fii kholqlssamaawaati wal-ardhi, robbanaa maa kholaqta haadzaa baathilaa, faqinaa ‘adzaabannaar.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan ten tang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata); “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 190-191)
Setelah itu beliau pulang ke rumah kemudian bersiwak, berwudhu, lalu berdiri dan shalat. Kemudian beliau keluar lalu melihat ke arah langit dan membaca ayat ini. Dan kemudian beliau keluar, bersiwak, berwudhu, lalu berdiri dan shalat. (HR. Muslim ).

Sesuai dengan keterangan hadis ini, disunahkan bagi kita membaca ayat-ayat tersebut ketika bangun di waktu malam sambi! menghadap ke arah langit, karena demikian itu akan lebih memperbesar tadabbur.

Di samping membaca al-Qur’an, juga disunahkan membaca doa-doa ketika kita bangun dari tidur di waktu malam. Di antara doa-doa tersebut adalah sebagaimana yang diterangkan dalam beberapa keterangan hadis berikut ini:
Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin Ash-Shamith ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang bangun di waktu malam lalu ketika terbangun membaca:
 

Laa llaaha lllallaahu wahdahu laa syarllkalah, lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa’ala kuill syal-ln qodiir. Subhaanallah, walhamdullllah, walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, walaa haula walaa quwwata Illaa blllaah.
“Tiada sesembahan (yang berhak disembah) mefainkan Allah yang Esa yang tiada sekutu bagi-Nya, mifik-Nya segafa kerajaan, milik-Nya segafa pujian, yang mematikan dan yang menghidupkan, di tangan-Nyafah kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan (yang berhak disembah) melainkan Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah. “
Kemudian berdoa:
Rabbigh firlii
‘Wahai Tuhanku! Ampunilah dosaku’ Maka dia akan diampuni. Atau berdoa, niscaya akan dikabulkan.
Al-Walid berkata: Atau Nabi bersabda (mengenai hadits ini ada keraguan dari perawi): “Apabila dia berdoa, akan dikabulkan. Apabila dia berdiri lalu berwudhu, kemudian melakukan shalat, maka shalatnya diterima.” (HR. Bukhari 3/39 dan lainnya. Ibn Majah 2/335)
sumber:
“Ampuhnya ayat ayat 1000 dinar”, oleh Mahd Asy Syafrowi. Penerbit Mutiara Media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s