Doa dalam sujud

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Pengelola Tanya-Jawab yang dimuliakan oleh Allah,
ada sedikit tingkah laku beribadah segelintir ummat Islam yang membuat saya terpacu untuk mencari kejelasannya, yaitu :

Dalam melaksanakan salat fardhu ada segelintir ummat yang melaksanakan sujud pada rekaat terakhir di sujud terakhir yang waktunya lebih lama daripada sujud-sujud sebelumnya. Konon katanya pada saat itu yang bersangkutan memanjatkan do’a, sehingga sujudnya lama.

Pertanyaan saya, adakah hadis atau ayat al-Qur’an yang mendasari hal itu? Seandainya ada dan saya tidak berbuat seperti itu alangkah meruginya saya. Dan kalau tak ada, perbuatan tersebut bagaimana? Agar saya dapat suatu pegangan dalam beribadah dan mudah-mudahan dapat pula saya sampaikan kepada yang lain.

Demikian saja untuk kesempatan kali ini, semoga Allah meridhoi amal baik kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Ridwan Sabar – Cimahi

Jawab:

Mas Ridwan, tidak ada hadis yang secara khusus menganjurkan agar kita memperpanjang sujud yang paling akhir untuk memanjatkan doa. Tapi, doa apa saja yang baik-baik boleh dibaca pada setiap sujud. Nabi memerintahkan kita untuk mengagungkan Allah saat ruku’, dan agar bersungguh-sungguh berdoa saat sujud. “Adapun saat ruku’ agungkanlah Allah, dan saat sujud bersungguh-sungguhlah berdoa hingga kalian berhak dikabulkan.” [Riwayat Hakim, Muslim, al-Nasa’i, dan Abu Dawud].

Jadi tak ada ketentuan hanya sujud yang terakhir saja kita boleh berpanjang-panjang membaca doa.

Di antara doa-doa yang diajarkan Nabi pada saat sujud :

1. Riwayat Muslim dan Abu Daud :
Allahummaghfir lii dzambii kullahu (Ya Allah… Ampunilah semua dosaku)
diqqahu wa jillahu (baik yang kecil dan besar)
wa awwalahu wa aakhirahu (yang awal dan akhir)
wa ‘alaaniyyatahu wa sirrahu (yang jelas dan samar).”

2. Riwayat Imam Ahmad :
Rabbii a’thi nafsii taqwaahaa (Wahai tuhanku, anugrahilah ketakwaan pada jiwaku)
zakkihaa anta khairu man zakkaahaa (bersihkanlah ia karena Engkau sebaik-baiknya yang Dzat yang membersihkan)
anta waliyyuhaa wa maulaahaa (Engkau pembimbingnya dan pemiliknya).

3. Riwayat Muslim :
Allahummaj’al fii qalbii nuuran (Yaa Allah… pancarkanlah cahaya[MU] dalam kalbuku)
wa fii sam’ii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] dalam pendengaranku)
wa fii basharii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] dalam penglihatanku)
wa ‘an yamiinii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di sebelah kananku)
wa ‘an syimaalii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di sebelah kiriku)
wa amaamii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di depanku)
wa khalfii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di belakangku)
wa fauqii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di atasku)
wa tahtii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] di bawahku)
waj’allnii nuuran (pancarkanlah cahaya[MU] atas diriku).

4. Diriwayatkan dari Abu Bakar al-Shiddiiq ra, ia berkata kepada Nabi saw: “Ajarilah saya doa untuk saya baca dalam salat saya”. Nabi berkata, panjatkanlah ” Demikian, Wallahua’lam bisshawaab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Mutamakin Billa

One response to “Doa dalam sujud

  1. Alhamdulillah. Semoga pengetahuan kita semakin hari semakin bertambah dan akhirnya iman kita bertambah juga. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s