Updates from October, 2012 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blistyo 2:23 am on October 6, 2012 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    SHOLAT HAJAT KHUSUS AYAT 1000 DINAR ( UNTUK MEMUDAHKAN REZKI ) 

    Assalamu’alaikum wr,wb mahasiswa kampus samudra ilmu hikmah….semoga Rahmat Allah selalu bersama kalian. Artikel berikut ini adalah mengenai Sholat Hajat dengan membaca ayat 1000 dinar.Ketahuilah ada banyak cara untuk membuka kesulitan rezeQi. Ayat 1000 Dinar adalah yang sangat dianjurkan oleh para salafush sholih.Maka ambillah cara ini sebagai kunci untuk membuka kesulitanmu. Beginilah cara yang di Ijazahkan Al-Habib Muhammad bin Ali Syahab, Palembang.

    Kaifiatu ‘amal  :

    Adalah melaksanakan sholat hajat dua rakaat selama 7 ( tujuh ) hari berturut-turut.Dengan cara  : Setiap rakaat ba’da al-fatihah membaca ayat At-Tholaq 2-3 hingga akhir sebanyak 25 kali. Setelah salam membaca doa dibawah ini dengan sungguh-sungguh dan ikhlas 100 kali.

    Di bawah ini bacaan Surah At-Thalaq ayat 2-3  :

    Wa man yattaqillaha yaj’al lahu makhrojaa,wayarzuqhu min haitsu laa yahtasiib. Wa man yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuhu.Innallaha balighu amrihi, Qod ja’alallahu likulli syaii-in Qodroo. At-Thalaq ayat 2-3 )  :

     

    Ma’nanya   :

    “ Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya DIA akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya DIA akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah menjalankan urusanNYA. Sesungguhnmya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu “ ( QS Ath-Thalaq : 2-3 )

    Dan ini doa yang dibaca 100 x   :

    بسم الله الر حمن الرحيم

    اللهم اكفنى بحلالك عن حرا مك واغنني بفضلك عمن سواك.X١٠٠

    Allahummakfinii bihalaalika ‘an haroomika waghninii bifadhlika ‘amman siwaaka.100x

    “ Ya Allah berilah kecukupan kepadaku dari rezeki  yang halal dari-MU dan ( jauhkan ) jangan yang haram, dan dengan keutamaan-MU kayakanlah aku dan jauhkan aku ( dari rezeki ) yang selain dari Engkau.” 100 x.

    Menurut guru kami, jika shalat ini dirutinkan terus-menerus ( jadi tidak terbatas hanya 7 hari ) itulah yang sebaik-baiknya. Dan bagi yang mengamalkannya dia tidak akan pernah mengalami kekurangan apapun dalam keperluan hidupnya. Mujarab Shohih !!

    === Sempurna Ijazah ===

    Semoga bermanfaat. Barakalloh…

    sumber: Ki Pangeran Sukamilung

     
  • blistyo 6:34 am on November 16, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Macam Sholat Sunnah 

    SOLAT-SOLAT SUNAT

    sholat Tahajud

    • SOLAT SUNAT AWWABINSOLAT SUNAT RAWATIB
    • SOLAT SUNAT HAJAT
    • SOLAT SUNAT ISTIKHARAH
    • SOLAT SUNAT TAHAJJUDSOLAT SUNAT DHUHASOLAT SUNAT TASBIHSOLAT SUNAT WITIRSOLAT SUNAT ISTISQA’SOLAT SUNAT TAUBAT
    •  SOLAT SUNAT AWWABIN

    Bagi memelihara keteguhan iman dan menghapuskan dosa, adalah digalakkan melakukan solat sunat Awwabin/Hizful Iman sebanyak 4 rakaat (2 salam) atau 6 rakaat ( 3 salam). Dilakukan sebelum bercakap-cakap selepas fardhu Maghrib.

    Fadhilat Solat Awwabin
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ لَمْ يَتَكَلَّمْ فِيمَا بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ عُدِلْنَ لَهُ بِعِبَادَةِ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً
    Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW telah bersabda ; “Sesiapa yang bersembahyang enam rakaat sesudah Maghrib tiada diselang antaranya dengan sesuatu bicara nescaya samalah pahalanya dengan ibadat dua belas tahun.’Riwayat Ibnu Majah, Ibn Khuzaimah dan At-Turmuzi.
    Sebelum mendirikan solat, sunat membaca doa berikut ;

    Ertinya :
    Selamat datang kepada malaikat yang bertugas malam, selamat datang kepada dua malaikat pencatat yang mulia,  tulislah dalam rekodkau bahawa Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahawa Muhammad itu hambaNya dan UtusanNya, Aku bersaksi bahawa syurga itu benar, neraka itu benar, kalam itu benar, Aku bersaksi bahawa qiamat itu benar dan pasti akan datang, tidak ragu-ragu lagi, Allah akan bangkitkan mayat dari kubur. Ya Allah simpanlah di sisiMu penyaksian ini untuk hari yang aku perlukan padanya.Ya Allah simpanlah dengannya amalanku, ampunlah dengannya dosaku, beratlah dengannya timbanganku, yang baik, dan pastikanlah dengannya pencapaian cita-citaku dan perkenanlah untukku Ya Allah Tuhan Yang Maha Pemurah. (More …)

     
  • blistyo 4:10 am on February 28, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    Shalat Tahajjud dan Shalat Hajat 

    Shalat tahajjud adalah shalat sunat pada waktu malam, sebaiknya dilakukan sesudah tidur dan disunahkan diakhiri dengan shalat witir.

    Dasar shalat tahajjud ini, disebutkan dalam Alquran yang artinya: ”Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS Al-Isra’17:79).

    Sebagaimana telah dijelaskan di muka shalat tahajjud sebaiknya dikerjakan setelah larut malam/sepertiga malam dan dilaksanakan sesudah tidur. Dalam sebuah hadits Nabi SAW disebutkan sebagai berikut: ”Dari Abu Hurairah, tatkala Nabi ditanya oleh seseorang, apakah shalat yang lebih utama setelah shalat fardu yang lima? Jawab beliau, shalat pada waktu tengah malam.” (HR Muslim dan lainnya).

    Adapun kaifiat melakukan shalat tahajjud seperti yang pernah dilakukan Nabi SAW ada beberapa cara (terserah Anda memilih cara yang mana), sebagai berikut:

    1. Nabi SAW membuka shalat sunat malam dengan shalat iftitah (pembukaan) dua rakaat. Kemudian beliau mengerjakan sepuluh rakaat shalat tahajjud dengan lima salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    2. Nabi SAW mengerjakan shalat sunat malam tiga belas rakaat, yaitu dua rakaat shalat iftitahdan delapan rakaat shalat tahajjud, dan tiga rakaat shalat witir.

    3. Nabi SAW mengerjakan shalat iftitah dua rakaat. Kemudian mengerjakan shalat tahajjudenam rakaat dengan tiga salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir lima rakaat.

    4. Nabi SAW mengerjakan shalat tahajjud delapan rakaat dengan empat salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    5. Mengerjakan shalat tahajjud enam rakaat dengan tiga salam. Kemudian mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    6. Mengerjakan shalat tahajjud dua rakaat. Kemudian mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    Cara-cara tersebut kemungkinan Nabi menyesuaikan dengan waktu yang tersedia, seperti nomor 6, mungkin waktunya sudah mepet waktu shubuh, sehingga perlu dipersingkat.

    Tentang pelaksanaan shalat hajat tidak ada ketentuan dilaksanakan di malam hari. Sedang jumlah rakaatnya hanya dua rakaat seperti Hadist Nabi SAW yang menyatakan sebagai berikut: ”Barangsiapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari makhluk-Nya, hendaklah berwudlu dan mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR Ibnu Majjah).

    Pada rakaat pertama setelah Alfatihah, membaca surat Alikhlas, sedang pada rakaat kedua setelah Alfatihah dibaca surat Alkarifun.

    Menurut Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam kitab ”Ar-Rahmah fit-thib wal hikmah” bahwa surat yang dibaca pada rakaat pertama maupun rakaat kedua adalah surat Alfatihah dan surat Alikhlas, dibaca sebelas kali pada tiap rakaat.

    Adapun doa yang dibaca setelah shalat Hajat adalah sebagai berikut:

    1. ”La ilaha illallahul Halimul Karim, Subhanallahi Rabbil ‘arsyil ‘azhim. Alhamdulillah inni as-aluka mujibati rahmatik, wa ‘azaima maghfiratik wal ghanimata min kulli birrin wassalamata min kulli itsmin, as-aluka alla-tada’li dzamban illa ghafartah wala hamman illa farrajtah wala hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha li”. Artinya: ”Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah Tuhan arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, aku mohon kepada-Mua ketetapan Rahmat-Mu dan kehendak kuat ampunan-Mu, serta memperoleh semua kebaikan dan selamat dari semua dosa. Aku mohon kepada-Mu, agar Engkau tidak meninggalkanku dalam keadaan berdosa kecuali Engkau mengampuninya dan tidak ada kesusahan kecuali Engkau melapangkannya dan tidak ada hajat yang Engkau Ridoi melainkan Engkau mengabulkannya”.

    Kemudian minta kepada Allah SWT, apa yang menjadi hajat Anda, baik urusan dunia maupun urusan akhirat.

    2. ”Allahumma ya man idza tadhayaqatil umura Raja’tu ilaihi, wa idza katsuratil hawa-iju rafa’tu ilaihi, wa idza qhuli qatil abwabu fataha babahu li tahtadiyal ‘uqulu ilaihi tawassaltu ilaika Ya rabbi bil qur’anil ‘azhim wa ma fihi min asmaikal ‘azhimah wabi Muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalama, nabiyyika nabiyyin rahmah, ya Muhammad tawassaltu bika ila rabbika”. Artinya: ”Ya Allah, Ya Tuhan, tatkala segala urusan menjadi sempit aku kembali kepada-Nya, tatkala banyak hajat (kebutuhan) aku mengadu kepada-Nya dan tatkala pintu-pintu ditutup, Dialah yanggn membukanya, agar akal pikiran mendapat petunjuk kepada-Nya. Aku bertawassul kepada-Mu Ya Tuhanku dengan Alquran dan nama-nama-Mu Yang Agung yang tertera di dalamnya, serta dengan Nabi Muhammad SAW, nabi-Mu, nabi pembawa Rahmat, Ya Muhammad aku bertawassul kepada-Mu kepada Tuhanmu”.

    Kemudian Anda memohon apa saja menjadi hajat Anda.(35)

     
  • blistyo 11:30 pm on August 16, 2010 Permalink | Reply
    Tags:   

    Shalat untuk Mencapai Hajat 

    Shalat hajat ini saat kita hajat yang sangat penting. Kemujarraban shalat hajat ini ditegaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:

    “Barangsiapa yang melakukan shalat pada hari Kamis empat rakaat (dua salam); rakaat pertama setelah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (21 kali); rakaat kedua setelah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (21 kali). Rakaat pertama (dalam shalat yang kedua) setelah Fatihah, surat Al-Ikhlash (31 kali); rakaat kedua (dalam shalat
    yang kedua) setelah Fatihah, surat Al-Ikhlash (41 kali). Kemudian sesudah salam (dari shalat yang kedua) membaca surat Al-Ikhlash (51 kali), kemudian sujud sambil membaca Ya Allah (100 kali), kemudian memohon apa yang diinginkan. Maka, sekiranya orang yang melakukan shalat ini memohon kepada Allah untuk memindahkan gunung niscaya gunung itu akan pindah, dan yang memohon pertolongan niscaya pertolongan itu akan datang; karena di antara dia dan Allah tidak ada hijab, dan Allah swt marah kepada orang yang m
    lakukan shalat ini yang tidak memohon hajatnya kepada-Nya.” (Mujarrabat Imamiyah: 30)

    Doa Mujarrab untuk Mencapai Hajat

    بسم الله الرحمن الرحيم
    اللهم صل على محمد وآل محمد

    اِلَهِي كَيْفَ
    اَدْعُوكَ وَاَنَا اَنَا، وَكَيْفَ اَقْطَعُ رَجَآئِي مِنْكَ وَاَنْتَ اَنْتَ. اِلَهِي اِذَا لَمْ اَسْئَلْكَ فَتُعْطِيْنِي فَمَنْ ذَاالَّذِي اَسْئَلُهُ فَيُعْطِيْنِي؟ اِلَهِي اِذَا لَمْ اَدْعُكَ فَتَسْتَجِيْبُ لِي فَمَنْ ذَا الَّذِي اَدْعُوهُ فَيَسْتَجِيْبُ
    لِي؟ اِلَهِي اِذَا لَمْ اَتَضَرَّعْ اِلَيْكَ فَتَرْحَمُنِي فَمَنْ ذَاالَّذِي اَتَضَرَّعُ اِلَيْهِ فَيَرْحَمُنِي؟ اِلَهِي فَكَمَا فَلَقْتَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَنَجَّيْتَهُ اَسْئَلُكَ اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَا
    نْ تُنَجِّيَنِي مِمَّا اَنَا فِيْهِ، وَتُفَرِّجَ عَنِّي فَرَجًا عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Bismillâhir Rahmânir Rahîm
    Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

    Ilâhî kayfa a
    ‘ûka wa ana ana, wa kayfa aqtha’u rajâî minka wa Anta Anta. Ilâhî idzâ lam as-alka fatu’thînî faman dzal ladzî as-aluhu fayu’thînî? Ilâhî idzâ lam ad’ûka fatastajîbulî faman dzal ladzî ad’ûhu fayastajîbulî? Ilâhî idzâ lam adharra’ ilayka fatarhamunî fama
    dzal ladzî adharra’u ilayhi fayarhamunî? Ilâhî fakamâ falaqtal bahra li-Mûsâ `alayhis salâm wa najjaytahu as-aluka an tushalliya ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, wa an tunajjiyanî mimmâ ana fîhî, wa tufarrija `annî farajan `âjilan ghayra âjilin bifadhli
    a wa rahmatika yâ Arhamar râhimîn.

    Dengan asma Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
    Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

    Ilahi, Bagaimana aku berdoa kepada-Mu sementara aku adalah a
    u, bagaimana aku putus asa dari-Mu sementara Engkau adalah Engkau. Ilahi, jika aku tidak memohon kepada-Mu yang kemudian memberi aku, kepada siapa lagi aku harus memohon yang kemudian memberi aku? Ilahi, jika aku tidak berdoa kepada-Mu yang kemudian meng
    jabah doaku, kepada siapa lagi aku harus berdoa yang kemudian memperkenankan doaku? Ilahi, jika aku tidak merendahkan diri kepada-Mu yang kemudian menyayangi aku, kepada siapa lagi aku harus merendahkan diri yang kemudian menyayangi aku? Ilahi, sebagaima
    a Engkau telah membelah lautan untuk Nabi Musa (as) dan Kau selamatkan ia, aku memohon kepada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, selamatkan aku dari apa yang aku takutkan, dan bahagiakan aku dengan kebahagiaan yang segera dan ti
    ak tertunda-tunda dengan karunia dan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

    Doa ini diajarkan oleh Imam Ali Zainal Abidin (sa), salah seorang cucu Rasulullah saw yaitu putera Al-Husein bin Fatimah binti Rasulilllah saw

    Doa ini diriwayatkan oleh Maqatil bin Sulaiman dari Imam Ali Zainal Abidin (sa). Ia mengatakan: Barangsiapa yang membaca doa ini seratus kali dan doanya tidak diijabah, maka laknatlah Maqatil. (Mujarrabat Imamiyah, hlm 114).
    /blockquote>
    Ini menunjukan bahwa Maqatil bin Sulaiman telah membuktikannya, dan saking yakinnya ia berani mengatakan seperti itu.

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

    http://syamsuri149.wordpress.com

    http://shalatdoa.blogspot.com

     
    • iy0n 11:12 am on November 24, 2012 Permalink | Reply

      indahx melaksanakan sholat

  • blistyo 9:45 pm on April 26, 2010 Permalink | Reply
    Tags:   

    tata cara sholat Hajat 

    “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak cucu adam, maka wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian sholat dua rakaat (sholat Hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw. Setelah itu, mengucapkan “Laa illaha illallahul haliimul kariimu, subhaanallahi….” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Salah satu sholat sunnah adalah sholat Hajat. Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan karena adanya suatu hajat, keinginan atau keperluan tertentu, baik keperluan yang berhubungan dengan duniawi ataupun ukhrawi. Sholat adalah doa. Ketika seseorang ingin keinginannya dikabulkan oleh Allah swt, maka ia sholat dan berdoa. Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang lebih dikhususkan untuk memohon kepada Allah swt agar dikabulkan segala hajat. Allah swt berfirman, “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat.” (QS. Al Baqarah:45)

    Dalam menyempurnakan ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai suatu keinginan, Insya Allah dengan melakukan sholat Hajat Allah akan mengabulkan doa dan keinginan tersebut. Doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal adalah kewajiban umat muslim dalam menyikapi banyaknya tuntutan hidup di dunia. Dalam surat Al Baqarah:45 di atas, selain sholat kita diperintahkan juga untuk sabar. Oleh karena itu, sholat Hajat dan memohon kepada Allah dapat kita lakukan setiap hari dengan khusyuk serta tanpa rasa bosan bila keinginan itu belum dikabulkan. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian sholat dua rakaat (Sholat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad)

    Waktu sholat Hajat tidak tertentu, namun tidak diperbolehkan mengerjakan sholat Hajat pada waktu yang dilarang seperti setelah sholat Ashar dan setelah sholat Subuh. Sholat Hajat dilakukan sendiri, tidak berjamaah. Banyaknya rakaat dalam sholat Hajat yaitu minimal dua rakaat dan maksimal sebanyak dua belas rakaat. Dalam pelaksanaanya, jika dikerjakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya.

    Berikut ini tata cara sholat Hajat:

    • Niat sholat Hajat di dalam hati: Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillaahi ta’aala (“aku niat sholat sunah hajat karena Allah”). Lalu Takbiratul Ihram.
    • Membaca doa Iftitah, dilanjutkan dengan surat Al Fatihah kemudian membaca salah satu surat di dalam Al Quran.
    • Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali
    • I’tidal sambil membaca bacaannya
    • Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali
    • Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya
    • Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali
    • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir, setelah selesai maka membaca salam dua kali. Jika dilaksakan sebanyak empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rakaat ketiga dan keempat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.
    • Setelah selesai sholat Hajat bacalah dzikir yang mudah dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk kepada Allah agar tecapai segala hajatnya.

    Doa setelah sholat hajat:

    Laa ilaaha illallahul haliimul kariimu subhaaanallahi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. As ‘aluka muujibaari rahmatika wa ‘azaaima maghfiratika wal ghaniimata ming kulli birri wassalaamata min kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghafartahu walaa hamman illaa farajtahu walaa haajatan hiya laka ridhan illa qodhaitahaa yaa arhamar raahimiin.”

    Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang”.

     
  • blistyo 4:51 pm on April 19, 2010 Permalink | Reply
    Tags:   

    Tasawuf Interaktif: Shalat Tahajjud dan Shalat Hajat 

    Tanya: Assalamualaikum wr. wb. Saya biasa mengakhiri shalat Isya antara pukul 2-3 malam, dengan tujuan dapat melakukan shalat tahajjud, doa shalat hajat tepat pada waktunya. Pertanyaan, bagaimana cara melaksanakan kedua shalat tersebut yang sesuai dengan tuntunan agama serta doa apa yang semestinya dibaca? Wassalamualaikum wr. wb.

    Ida-Weleri

    Jawab: Sebelum saya menjelaskan cara melakukan shalat tahajjud, terlebih dahulu saya akan menjelaskan pengertiannya. Shalat tahajjud adalah shalat sunat pada waktu malam, sebaiknya dilakukan sesudah tidur dan disunahkan diakhiri dengan shalat witir.

    Dasar shalat tahajjud ini, disebutkan dalam Alquran yang artinya: ”Dan pada sebagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS Al-Isra’17:79).

    Sebagaimana telah dijelaskan di muka shalat tahajjud sebaiknya dikerjakan setelah larut malam/sepertiga malam dan dilaksanakan sesudah tidur. Dalam sebuah hadits Nabi SAW disebutkan sebagai berikut: ”Dari Abu Hurairah, tatkala Nabi ditanya oleh seseorang, apakah shalat yang lebih utama setelah shalat fardu yang lima? Jawab beliau, shalat pada waktu tengah malam.” (HR Muslim dan lainnya).

    Adapun kaifiat melakukan shalat tahajjud seperti yang pernah dilakukan Nabi SAW ada beberapa cara (terserah Anda memilih cara yang mana), sebagai berikut:

    1. Nabi SAW membuka shalat sunat malam dengan shalat iftitah (pembukaan) dua rakaat. Kemudian beliau mengerjakan sepuluh rakaat shalat tahajjud dengan lima salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    2. Nabi SAW mengerjakan shalat sunat malam tiga belas rakaat, yaitu dua rakaat shalat iftitahdan delapan rakaat shalat tahajjud, dan tiga rakaat shalat witir.

    3. Nabi SAW mengerjakan shalat iftitah dua rakaat. Kemudian mengerjakan shalat tahajjudenam rakaat dengan tiga salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir lima rakaat.

    4. Nabi SAW mengerjakan shalat tahajjud delapan rakaat dengan empat salam dan sesudah itu beliau mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    5. Mengerjakan shalat tahajjud enam rakaat dengan tiga salam. Kemudian mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    6. Mengerjakan shalat tahajjud dua rakaat. Kemudian mengerjakan shalat witir satu rakaat.

    Cara-cara tersebut kemungkinan Nabi menyesuaikan dengan waktu yang tersedia, seperti nomor 6, mungkin waktunya sudah mepet waktu shubuh, sehingga perlu dipersingkat.

    Tentang pelaksanaan shalat hajat tidak ada ketentuan dilaksanakan di malam hari. Sedang jumlah rakaatnya hanya dua rakaat seperti Hadist Nabi SAW yang menyatakan sebagai berikut: ”Barangsiapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang dari makhluk-Nya, hendaklah berwudlu dan mengerjakan shalat dua rakaat.” (HR Ibnu Majjah).

    Pada rakaat pertama setelah Alfatihah, membaca surat Alikhlas, sedang pada rakaat kedua setelah Alfatihah dibaca surat Alkarifun.

    Menurut Imam Jalaluddin Al-Suyuthi dalam kitab ”Ar-Rahmah fit-thib wal hikmah” bahwa surat yang dibaca pada rakaat pertama maupun rakaat kedua adalah surat Alfatihah dan surat Alikhlas, dibaca sebelas kali pada tiap rakaat.

    Adapun doa yang dibaca setelah shalat Hajat adalah sebagai berikut:

    1. ”La ilaha illallahul Halimul Karim, Subhanallahi Rabbil ‘arsyil ‘azhim. Alhamdulillah inni as-aluka mujibati rahmatik, wa ‘azaima maghfiratik wal ghanimata min kulli birrin wassalamata min kulli itsmin, as-aluka alla-tada’li dzamban illa ghafartah wala hamman illa farrajtah wala hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha li”. Artinya: ”Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia, Maha Suci Allah Tuhan arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, aku mohon kepada-Mua ketetapan Rahmat-Mu dan kehendak kuat ampunan-Mu, serta memperoleh semua kebaikan dan selamat dari semua dosa. Aku mohon kepada-Mu, agar Engkau tidak meninggalkanku dalam keadaan berdosa kecuali Engkau mengampuninya dan tidak ada kesusahan kecuali Engkau melapangkannya dan tidak ada hajat yang Engkau Ridoi melainkan Engkau mengabulkannya”.

    Kemudian minta kepada Allah SWT, apa yang menjadi hajat Anda, baik urusan dunia maupun urusan akhirat.

    2. ”Allahumma ya man idza tadhayaqatil umura Raja’tu ilaihi, wa idza katsuratil hawa-iju rafa’tu ilaihi, wa idza qhuli qatil abwabu fataha babahu li tahtadiyal ‘uqulu ilaihi tawassaltu ilaika Ya rabbi bil qur’anil ‘azhim wa ma fihi min asmaikal ‘azhimah wabi Muhammadin shallallahu ‘alaihi wassalama, nabiyyika nabiyyin rahmah, ya Muhammad tawassaltu bika ila rabbika”. Artinya: ”Ya Allah, Ya Tuhan, tatkala segala urusan menjadi sempit aku kembali kepada-Nya, tatkala banyak hajat (kebutuhan) aku mengadu kepada-Nya dan tatkala pintu-pintu ditutup, Dialah yanggn membukanya, agar akal pikiran mendapat petunjuk kepada-Nya. Aku bertawassul kepada-Mu Ya Tuhanku dengan Alquran dan nama-nama-Mu Yang Agung yang tertera di dalamnya, serta dengan Nabi Muhammad SAW, nabi-Mu, nabi pembawa Rahmat, Ya Muhammad aku bertawassul kepada-Mu kepada Tuhanmu”.

    Kemudian Anda memohon apa saja menjadi hajat Anda.(35)

     
    • deby 3:07 am on March 8, 2011 Permalink | Reply

      Assalamu’alaikum Wr. Wb..
      Shalat hajat dan tahajud kan dilakukan stlh kita melaksanakan shalat isya’, untuk shalat tahajud kan dilakukan setelah kita tidur, Lalu bagaimana dengan shalat hajat?
      Apakah waktu pelaksanaannya sama dengan shalat tahajud?

      • blistyo 2:26 am on May 3, 2011 Permalink | Reply

        Shalat Hajat dapat dilakukan setiap waktu kecuali sesudah Sholat Subuh dan sesudah Sholat Ashar.

    • rizal m 11:57 am on June 16, 2011 Permalink | Reply

      Assalaamualaikum…

      Mohon dalil yang sahih Sholat tahajud harus dilakukan setelah tidur.

      Wassalaam.

    • choirul74850 4:00 pm on September 10, 2012 Permalink | Reply

      Apakah sholat tahajud sama halnya dengan sholat hajat?????? Mohon jawabanya….

    • Deni Haryati 10:32 pm on January 12, 2013 Permalink | Reply

      Assalamu’alaikum Wr. Wb…
      Bagaimana pelaksanaan sholat tahajjud..apakah setelah sholat isya harus tidur dulu??seandainya ketiduran,terbangun 1/3 malam terakhir dan ingin sholat tahajjud.apakah diperbolehkan,sholat tahajjud setelah sholat isya tetapi belum tidur dulu??
      Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    • Adam Musyaddad Khairul Rahman 2:49 am on February 27, 2013 Permalink | Reply

      Sangat bermanfaat ,, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat .. dan mengalir terus menerus hingga akhirat

  • blistyo 12:17 am on April 16, 2010 Permalink | Reply  

    Shalat hajat untuk memperoleh rizki. 

    April 5, 2010blistyoSuntingTinggalkan komentar

    Kisah Shalat Hajat iniPada suatu hari Imam Zainal Abidin (sa) menjumpai seseorang sedang duduk meminta-minta di depan pintu manusia. Beliau berkata kepadanya: Celakalah kamu, mengapa kamu duduk di depan pintu manusia ini, orang yang hidupnya suka berfoya-foya dan sombong. Lalu beliau berkata: Bangunlah! Akan aku antarkan kamu ke pintu yang lebih baik darinya, kepada Pemelihara yang jauh lebih dermawan darinya. Kemudian Imam Zainal Abidin (sa) memegang tangannya, mengantarkan sampai ke masjid Nabi saw, dan berkata kepadanya: “Menghadaplah kamu ke kiblat, shalatlah dua rakaat, kemudian angkatlah tanganmu kepada Allah ‘Azza wa Jalla, pujilah Allah, bacalah shalawat; kemudian berdoalah dengan akhir surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal surat Al-Hadid, dan dua ayat surat Ali-Imran, kemudian mohonlah kepada-Nya apa yang kamu inginkan. Sungguh tidaklah kamu meminta sesuatu kepada-Nya kecuali Dia pasti akan memberimu.”

    Cara shalat hajat ini:
    • Lakukan shalat dua rakaat dengan niat untuk mencapai hajat. Setiap rakaat setelah membaca Fatihah, membaca salah satu Surat Al-Qur’an.
    • Setelah salam membaca zikir pujian kepada Allah, dan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya.
    • Kemudian berdoa dengan membaca akhir Surat Al-Hasyr, enam ayat dari awal Surat Al-Hadid, dan dua ayat Surat Ali-Imran, yaitu:

    Law anzalnâ hâdzal qur’âna ‘a-lâ jabalin laraytuhû khâsyi’an mutashaddi’an min khasy-yatil-lâh, wa tilkal amtsâlu nadhribuhâ linnâsi la’allahum yatafakkarûn. Huwallâhul ladzî lâilâha illâ Huwa, ‘آlimul ghaybi wasy syahâdah, Huwar Rahmânur Rahîm. Huwallâhul ladzî lâ ilâha illâ Huwal Malikul Qud-dûsus Salâmul Mu’minul Muhaymin, Al-’Azîzul Jabbârul Mutakabbir, Subhânallâhi ‘ammâ yusyrikûn. Huwallâhul Khâliqul Bâriul Mushawwir, lahul asmâul husnâ, yusabbihu lahû mâ fis samâwâti wal ardhi, wa Huwal ‘Azîzul Hakîm.

    Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. Dialah Allah Yang tiada tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Memberi kesejahteraan, Yang Maha Memberi keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Memiliki semua keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, Dialah Yang Memiliki nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al-Hasyr/59: 21-24).

    Bismillâhir Rahmânir Rahîm, sabbaha lillâhi mâ fis samâwâti wal ardhi, wa Huwal ‘Azîzul Hakîm. Lahû mulkus samâ-wâti wal ardhi, yuhyî wa yumît, wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr. Huwal Awwa-lu wal آkhiru wazh-Zhâhiru wal Bâthin, wa Huwa bikulli syay-in ‘alîm. Huwal ladzî khalaqas samâwâti wal ardha fî sittati ayyâm tsummastawâ ‘alal ‘arsyi, ya’lamu mâ yaliju fil ardhi wamâ yakhruju minhâ wamâ yanzilu minas samâi wa mâ ya’ruju fîhâ, wa Huwa ma’akum aynamâ kuntum, wallâhu bimâ ta’malûna bashîr. Lahû mulkus samâwâti wal ardhi, wa ilallâhi turja’ul umûr. Yûlijul layla fin nahâri wa yûlijun nahâra fil lâyl, wa Huwa ‘Alîmun bidzâtish shudûr.

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semua yang berada di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dan Dilalah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Milik Dialah langit dan bumi, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari padanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Milik Dialah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati (Al-Hadid/57: 1-6).

    Qulillâhumma mâlikal mulki tu’til mulka man tasyâ’ wa tun-zi’ul mulka mimman tasyâ’, wa tu’izzu man tasyâ’ wa tudzillu man tasyâ’ biyadikal khâyr, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr. Tûlijul layla fin nahâri wa tûlijun nahâra fil lâyl, wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayy, wa tarzuqu man tasyâu bighayri hisâb.

    Katakanlah: Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab, tanpa perhitungan. (Ali-Imran/3: 26-27).
    (Mafâtihul Jinân, kunci-kunci surga)

    Yang berminat tek arab ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, bisa mengkopi dari milis “Keluarga Bahagia” atau milis “Shalat-doa”, linknya berikut ini.

    Wassalam
    Syamsuri Rifai

    Amalan Praktis, bermacam2 shalat sunnah dan doa-doa pilihan, Artikel-artikel Islami dan informasi Islami, klik di sini :
    http://shalatdoa.blogspot.com

    Amalan praktis, Adab2 dan doa2 pilihan haji dan umroh dilengkapi tek arab, bacaan tek latin dan terjemahan, klik di sini :
    http://almushthafa.blogspot.com

    Milis artikel2 Islami, macam2 shalat sunnah, amalan2 praktis dan doa-doa pilihan serta eBooknya, klik di sini:
    http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
    http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa

    Milis Feng Shui Islami, rahasia huruf dan angka, nama dan kelahiran, rumus2 penting lainnya, dan doa2 khusus, klik di sini :
    http://groups.google.co.id/group/feng-shui-islami

     
  • blistyo 11:36 pm on April 15, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Al-Ikhlash, , , , ,   

    Shalat Hajat dan Doa Mujarrab untuk Mencapai Hajat. 

    Shalat hajat ini dilakaukan saat kita punya hajat yang sangat penting. Kemujarraban shalat hajat ini ditegaskan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:

    “Barangsiapa yang melakukan shalat pada hari Kamis empat rakaat (dua salam); rakaat pertama setelah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (21 kali); rakaat kedua setelah Fatihah membaca surat Al-Ikhlash (21 kali). Rakaat pertama (dalam shalat yang kedua) setelah Fatihah, surat Al-Ikhlash (31 kali); rakaat kedua (dalam shalat yang kedua) setelah Fatihah, surat Al-Ikhlash (41 kali). Kemudian sesudah salam (dari shalat yang kedua) membaca surat Al-Ikhlash (51 kali), kemudian sujud sambil membaca Ya Allah (100 kali), kemudian memohon apa yang diinginkan. Maka, sekiranya orang yang melakukan shalat ini memohon kepada Allah untuk memindahkan gunung niscaya gunung itu akan pindah, dan yang memohon pertolongan niscaya pertolongan itu akan datang; karena di antara dia dan Allah tidak ada hijab, dan Allah swt marah kepada orang yang melakukan shalat ini yang tidak memohon hajatnya kepada-Nya.” (Mujarrabat Imamiyah: 30) (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.