Updates from May, 2013 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blistyo 12:37 pm on May 12, 2013 Permalink | Reply
    Tags: fajar, ,   

    Mengganti Dua Rakaat Fajar Sesudah Shalat Shubuh atau di Waktu Dhuha 

    Pertanyaan:

    Assalamu ‘Alaikum Warahmatullah Wabarakatuhu

    Pak Ustadz, apa benar jika kita telah jamaah Shubuh sehingga tidak sempat shalat (sunnah) fajar, maka ia bisa diganti setelah shalat Shubuh atau pada saat masuk waktu Dhuha?

    Jawaban

    Oleh: Badrul Tamam

    Wa’alaikum Salam Warahmatullah Wabarakutuh. . .

    Setelah memuji Allah dan bershalawat atas Rasulullah, shalat sunnah Fajar merupakan shalat sunnah rawatib yang paling ditekankan dibandingkan dengan selainnya. RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya; baik dalam keadaan safar maupun muqim. Hal ini didasarkan kepada hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata:

    لَمْ يَكُنْ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى شَيْءٍ مِنْ اَلنَّوَافِلِ أَشَدَّ تَعَاهُدًا مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْ اَلْفَجْرِ

    “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah memperhatikan shalat-shalat sunat melebihi perhatiannya terhadap dua rakaat fajar.” (Muttafaq ‘Alaih)

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah kesiangan melaksanakan shalat Shubuh dalam satu perjalanan. Beliau bangun saat matahari sudah terbit. Kemudian beliau menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan. Lalu beliau wudhu dan shalat fajar dua rakaat yang diikuti oleh para sahabat. Kemudian beliau menyuruh Bilal mengumandangkan iqamah dan beliau shalat Shubuh bersama mereka.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

    Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lakukan ini untuk tidak terlewat dari mendapatkan keutamaannya yang telah beliau terangkan, “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim)

    Ibnul Qayyim berkata, “Oleh karenanya, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya, yakni shalat sunnah Fajar dan shalat Witir, baik pada saat safar maupun saat bermukim. Pada saat bepergian beliau lebih rutin mengerjakan shalat sunnah Fajar dan Witir dibandingkan semua shalat sunnah lainnya. Tidak pernah dinukil dari beliau bahwa beliau shalat sunnah rawatib selain kedua rakaat shalat tersebut.” (Zaadul Ma’ad: 1/315)

    Lalu bagaimana saat seseorang tidak punya kesempatan menjalankan dua rakaat Fajar sebelum shalat Shubuh?

    Jika seseorang tidak berkesempatan menjalankan dua rakaat fajar sebelum shalat Shubuh maka boleh baginya mengadha’nya (mengganti dengan menjalankannya) setelah shalat shubuh atau pada waktu matahari sudah terbit di waktu Dhuha. Sunnah telah menerangkan keduanya. Tetapi –menurut Syaikh Ibnu Bazz- mengakhirkannya sampai matahari meninggi lebih utama, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan hal ini. Adapun mengerjakannya sesudah shalat Shubuh terdapat taqrir (pengakuan) dari beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan pembolehannya.

    Inilah pendapat yang dipilih Imam Ahmad, beliau berkata: “Jika ia mengerjakannya sesudah fajar (shalat Shubuh) maka itu sudah cukup. Adapun saya memilih hal itu (memilih mengadha’nya di waktu Dhuha).”

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

    مَنْ لَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَيْ الْفَجْرِ فَلْيُصَلِّهِمَا بَعْدَ مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ

    Siapa yang belum shalat dua rakaat Fajar maka hendaknya mengerjakannya setelah terbit matahari.” (HR. Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah-Tirmidzi, Ibnul Huziamah, al-Hakim, Ibnu HIbban. Dan selainnya. Hadits ini dishahihkan Syaikh Al-Albani)

    Hadits dari Qais bin’ Amr menuturkan, bahwa RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah melihatnya shalat dua rakaat Fajar setelah shalat Shubuh. Lalu beliau bertanya, “Dua rakaat apa ini wahai Qais?” Qais menjawab, “Ya Rasulullah, aku belum menunaikan dua rakaat Fajar, maka dua rakaat ini adalah dua rakaat fajar.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membiarkannya. (HR> Ahmad, Abu Dawud, dan al-Tirmidzi) dan diamnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menunjukkan pengakuannya akan kebolehan.

    Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

     
  • blistyo 11:24 pm on September 23, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Doa dan Surah-Surah Yang Paling Baik Dibaca dalam Salat Duha. 

    shalawat

    Salat Duha adalah Salat Sunah yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Duha. Waktu duha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu zuhur. Jumlah rakaat salat duha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Dan dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

    Manfaat

    Manfaat atau faedah salat duha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang melaksanakan salat duha adalah dapat melapangkann dada dalam segala hal terutama dalam hal rizki, sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini.

    Hadis terkait

    Hadis Rasulullah SAW terkait salat duha antara lain :

    • “Barang siapa salat Duha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
    • “Siapapun yang melaksanakan salat duha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)
    • “Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW salat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)
    • “Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang salat dhuha. Ia bersabda,?Salat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
    • “Rasulullah bersabda di dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat salat duha, karena dengan salat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
    • ““Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat salatnya setelah salat shubuh karena melakukan iktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat salat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)
    • “Dari Abi Zar r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap pagi ada kewajiban untuk bersedekah untuk tiap-tiap persendian (ruas). Tiap-tiap tasbih adalah sedekah, riap-tiap tahlil adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu sedekah. Cukuplah menggantikan semua itu dengan dua raka’at salat Dhuha.” (HR Muslim)

    (More …)

     
  • blistyo 12:22 pm on September 7, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , ,   

    AWALI HARI DENGAN SHOLAT DHUHA. 

    Sebagian kita sudah tak asing lagi dengan sholat sunnah yang satu ini. Namun pengetahuan belum menunjukkan sebuah perbuatan: sebuah pengamalan dalam beribadah. Hal ini bisa jadi karena kita malas, tak punya waktu mengerjakannya, tidak tahu bagaimana cara melaksanakannya, tidak tahu segenap keutamaannya ( fadilah ) yang tersembunyi didalamnya.

    Abu Hurairah r.a. meriwayatkan: “Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :a). agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan, b). melakukan sholat dhuha dua raka’at dan c). melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).

    Di hadits yang lain dikatakan bahwa Mu’azah al Adawiyah bertanya kepada Aisyah binti Abu Bakar r.a : “Apakah Rasulullah SAW, melakukan sholat dhuha ?” Aisyah menjawab,” Ya, Rasulullah SAW melakukannya sebanyak empat raka’at atau menambahnya sesuai dengan kehendak Allah SWT.” ( H.R. Muslim, an-Nasa’i, at-Tirmizi, dan Ibnu Majah).

    Demikianlah hadits hadits tersebut meneguhkan ihwal sunnah-nya sholat dhuha. Status sunnah sholat dhuha di atas tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong. Berdasarkan tinjauan agama, ada beragam keutamaanya (fadilah) yang bisa ditarik:

    Pertama: sholat dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. Menurut Rasulullah SAW, setiap sendi ditubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagai makanannya. Dan kata Nabi SAW, sholat dhuha adalah makanan sendi – sendi tersebut.

    “Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya:” Ya Rasulullah SAW, siapa yang sanggup melakukannya ?’ Rasulullah SAW menjelaskan:” Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu ( yang dapat mencelakakan orang ) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua raka’at, dapat menggantikannya” ( H.R. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud ).

    Kedua: sholat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, entah itu nikmat fisik maupun materi.

    Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali kali engkau malas melakukan sholat empat raka’at pada pagi hari, yaitu sholat dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.” ( H.R. al-Hakim dan at-Tabrani).

    Lebih dari itu, momen sholat dhuha merupakan saat dimana kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Disinilah, ruang kita menanam optimisme hidup. Bahwa kita tidak sendiri menjalani hidup. Ada Sang Maha Rahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

    Ketiga: sholat dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan ( Kiamat ) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW, dalam haditsnya,

    “Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka’at, niscaya Allah SWT, akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya,”( H.R. al-Baihaqi).

    Keempat: bagi org yang merutinkan shalat dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga.

    Rasulullah SAW bersabda, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Di mana orang yang senantiasa megerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

    Bila menilik serangkaian fadilah di atas, cukup beralasan, bila Nabi SAW menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri dengan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk meraih fadilah tersebut, beberapa tata cara pelaksanaannya, kiranya perlu diperhatikan.

    WAKTU SHOLAT DHUHA.

    Kata dhuha yang mengiringi sholat sunnah ini berarti terbit atau naiknya matahari. Wajar bila sholat ini, kemudian, dilakukan pada pagi hari ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Namun, beberapa ulama fikih berbeda pendapat tentang ketentuan waktunya. Imam Nawawi di dalam kitab ar-Raudah mengatakan bahwa waktu sholat dhuha itu dimulai, sejak terbitnya matahari, yakni sekitar setinggi lembing ( lebih kurang 18 derajat ). Sementara Abdul Karim bin Muhammad ar-Rifai, seorang ahli fikih bermazhab Syafi’i berkomentar bahwa sholat itu lebih utama bila dikerjakan saat matahari lebih tinggi dari itu. Ada sebuah hadits yang menentukan perihal dhuha di atas.

    Zaid bin Arqam meriwayatkan: ” Rasulullah SAW keluar menemui penduduk Quba di saat mereka melaksanakan sholat dhuha, lalu Rasulullah SAW, bersabda :”Sholat dhuha dilakukan apabila anak anak unta telah merasa kepanasan ( karena tersengat matahari)” ( H.R. Muslim dan Ahmad bin Hanbal).

    RAKA’AT DHUHA.

    Sholat dhuha merupakan sholat yang tidak menyusahkan untuk dikerjakan. Sebab, sholat dhuha itu menyesuaikan kemampuan dan kesempatan muslim yang hendak mengamalkannya. Poin ini tergambar dengan jelas pada bilangan raka’atnya. Mulai dari 2 raka’at, 4 raka’at, 8 raka’at hingga 12 raka’at. Masing-masing raka’at memiliki sandaran hadits Rasulullah SAW, sebagaimana yang penulis singgung di atas.

    Sayid Sabiq, ahli fikih dari Mesir, menyimpulkan bahwa batas minimal sholat dhuha itu 2 raka’at sedangkan batas maksimalnya adalah delapan raka’at. Pada ketentuan minimal dapat ditemukan pada hadits riwayat Abu Hurairah. Sementara ketentuan maksimal dapat ditemukan pada hadits fi’li (perbuatan) yang diriwayatkan

    Aisyah, r.a, “Rasulullah SAW, masuk kerumah saya lalu melakukan sholat dhuha sebanyak delapan raka’at.”( H.R. Ibnu Hiban ).

    Bahkan lebih dari itu, menurut ulama mazhab Hanafi jumlah maksimal raka’at sholat dhuha itu enam belas raka’at . Sedang Abu Ja’far Muhammad bin Jarir at-Tabari, pengarang kitab Tafsir Jami al-Bayan, sebagian ulama mazhab Syafi’i dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah berpendapat bahwa tidak ada batas maksimal untuk jumlah raka’at sholat dhuha. Semuanya tergantung pada kemampuan dan kesanggupan orang yang ingin mengerjakannya. Wallahu’alam bil shawab. ( Muadz/Hidayah).

    Do’a Setelah Sholat Dhuha.

    Bismillahir rohmaanir rohiim.

    Ya Alloh, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktu-MU,

    dan keagungan itu adalah keagungan-MU,

    dan keindahan itu adalah keindahan-MU,

    dan kekuatan itu adalah kekuatan-MU,

    dan perlindungan itu adalah perlindungan-MU,

    Ya Alloh, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah,

    jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah,

    jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,

    jika masih jauh, maka dekatkanlah,

    Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-MU yang sholeh.

    Amiin Ya Robbal Alamiin.

     
  • blistyo 1:53 am on May 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Shalat Dhuha sebagai tanda syukur. 


    Setiap salah seorang di antara kamu memasuki pagi harinya, pada setiap ruas tulangnya ada peluang sedekah; setiap ucapan tasbih (subhanallah) adalah sedekah, setiap hamdalah (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan la ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, semua itu cukup tergantikan dengan dua rakaat dhuha.” (HR Muslim, hadits no. 720).

    Hal di atas menjelaskan betapa Allah swt adalah Dzat Yang Maha Pemurah, betapa tidak;

    • Kenikmatan Allah kepada manusia sangat banyak dan begitu melimpah, sekiranya manusia diminta menghitungnya, niscaya tidak akan mampu (QS An-Nahl: 18), dan semua nikmat ini menuntut manusia untuk mensyukurinya. Jika menghitung saja tidak mampu, bagaimana menunaikan syukurnya?
    • Manusia diciptakan memiliki 360 ruas. Bersama 360 ruas ini terdapat berbagai kenikmatan yang juga tidak dapat dihitung. Setiap ruang tulang ini memiliki tugas untuk bersedekah, sebagai rasa syukur kepada Allah yang telah menciptakannya dan tugas ini mesti ditunaikan manusia pada setiap harinya. Artinya, paling tidak, setiap hari manusia harus bersedekah sebanyak 360 kali atas nama 360 ruas ini. Hal ini tentunya sangat berat dan sulit. Namun, Allah Yang Maha Pengasih dan Pemurah, melalui Rasulullah saw, menjelaskan bahwa tugas bersedekah sebanyak 360 kali itu cukup tergantikan oleh dua raka’at shalat Dhuha. Subhanallah ar-Rahman ar-Rahim, al-Jawwad al-Karim.

     

    Waktu dan jumlah raka’at

    Yang dimaksud shalat Dhuha adalah shalat yang dilakukan pada waktu Dhuha. Waktu Dhuha memanjang semenjak matahari naik kira-kira dalam pandangan mata kita setinggi satu tombak. Atau kira-kita 15 menit setelah terbitnya dan berakhir pada saat mendekati posisi tengah-tengah di atas kepala kita. Atau kira-kira 5 menit sebelum masuk waktu Zhuhur.

    Jika seseorang melakukan shalat Dhuha ini, dua raka’at saja, berarti ia telah menzakati tubuhnya.Sebab tersebut dalam hadits, sebagaimana telah dikutip di atas, bahwa dua raka’at ini cukup menggantikan tugas setiap ruas tulang untuk melakukan sedekah harian. Allahumma waffiqna lihadza.

    Shalat Dhuha sendiri dapat dilakukan dalam pilihan 2 raka’at, 4 raka’at, 6 raka’at, 8 raka’at dan 12 raka’at. Diriwayatkan dalam sebuah hadits, dari Abud-Darda’ ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang shalat Dhuha 2 raka’at, maka ia tidak tercatat sebagai orang yang lalai, dan siapa yang shalat Dhuha 4 raka’at, maka ia tercatat sebagai ‘Abid (ahli ibadah), dan siapa yang shalat Dhuha 6 raka’at, cukuplah baginya pada hari itu, dan siapa yang shalat Dhuha 8 raka’at, Allah swt mencatatnya sebagai Qanit (ahli taat), dan siapa yang shalat Dhuha 12 raka’at, Allah swt membangunkan rumah untuknya di surga, dan tidak ada hari, juga tidak ada malam kecuali ada pemberian Allah swt yang diberikannya kepada hamba-Nya sebagai sedekah untuknya, dan tidak ada pemberian Allah yang diberikan kepada seorang hamba-Nya yang lebih afdhal daripada ilham kepadanya untuk mengingat-Nya. (Hadits dha’if, diriwayatkan oleh ath-Thabarani, lihat Dha’if at-Targhib wa at-Tarhib, no. 405).

    Hadits dha’if ini disebutkan di sini untuk menjelaskan bahwa jumlah raka’at Dhuha memiliki opsi-opsi jumlah raka’at demikian. Imam Nawawi berkata, “Dalam hadits ini (hadits yang menjelaskan tentang opsi jumlah raka’at shalat Dhuha) terdapat kelemahan, namun  jika digabungkan dengan hadits lain, maka ia menjadi kuat dan layak dijadikan argumentasi untuk hal ini.”

     

    Shalat Dhuha adalah shalat Awwabin

    Tersebut dalam hadits Rasulullah saw yang lain bahwa shalat Dhuha adalah shalat Awwabin. Artinya, shalat yang merefleksikan sikap orang-orang yang senantiasa merujuk dan kembali kepada Allahswt dalam segala urusannya.

    Shalat Awwabin dilakukan saat anak-anak unta mulai merasakan panasnya pasir sehingga mereka bangkit.” (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Muslim [748])

    Dalam hadits yang lain, “Tidak konsisten menjaga kontinuitas shalat Dhuha kecuali ia seorang awwab, dan shalat Dhuha adalah shalat Awwabin. (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim, lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, hadits no. 703)

                Shalat Dhuha ini adalah salah satu dari tiga wasiat Rasulullah kepada Abu Hurairah ra.

    Abu hurairah berkata, “Kekasihku (maksudnya, Rasulullah saw) berwasiat kepadaku dengan tiga hal, dan aku tidak akan meninggalkannya sehingga aku mati; berpuasa tiga hari setiap bulan, melakukan shalat Dhuha dan melakukan shalat witir sebelum tidur.” (Hadits muttafaqun ‘alaih, lihat Bukhari [1107, 1845], Muslim [1182])

    Shalat Dhuha merupakan bagian dari “haji dan umrah” yang sempurna. Bukan haji dan umrah dalam arti pergi ke Mekah, akan tetapi, pahala haji dan umrah. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang shalat Subuh berjama’ah, lalu duduk dzikir kepada Allah swt sehingga matahari terbit,kemudian shalat dua raka’at, maka untuknya pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.” (Hadits Hasan, diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, lihat Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi, hadits no. 586)

     

    Rasulullah melakukan shalat Dhuha

    Ummul Mukminin Aisyah ra berkata, “Rasulullah saw melakukan shalat Dhuha 4 raka’at dan menambahnya sesuai dengan kehendak Allah swt. (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim [1176])

    Ummu Hani’ ra bercerita bahwa Rasulullah saw memasuki rumahnya pada hari fathu Makkah(penaklukan kota Makkah), lalu mandi dan shalat 8 raka’at. (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Bukhari [1105])

    Dan ia menjelaskan lebih lanjut bahwa shalat Dhuha yang dilakukan Rasulullah saw termasuk shalat yang cepat. Maksudnya surat yang dibaca oleh beliau saw adalah surat-surat pendek, ruku’ sujudnya juga pendek-pendek. Hanya saja, ruku’ dan sujudnya dilakukan secara sempurna. (Shahih Bukhari, no. 1105)

    Shalat Dhuhanya Asma’ binti Abi Bakar

    Imam Nawawi menuturkan kisah Asma’ binti Abi Bakar ra, bahwasanya pada suatu hari Ubadah bin Hamzah memasuki rumahnya. Ia mendapati Asma’ sedang membaca QS At-Thur: 27-28. Selesai membaca ayat ini Asma’ ra berhenti untuk melakukan perenungan dan penghayatan terhadap kandungannya, lalu berdo’a. Membacanya lagi, merenung lagi, berdo’a lagi, membaca lagi, merenung lagi, berdo’a lagi, begitu seterusnya. Ternyata hal ini berlangsung sangat lama, sehingga Ubadah keluar dari rumah dan pergi ke pasar untuk menyelesaikan urusannya di pasar. Lalu ia balik lagi ke rumah Asma’.Ternyata ia masih dalam keadaan seperti saat ditinggalkan. (lihat At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’anpembahasan tentang mengulang-ulang bacaan ayat dalam rangka melakukan tadabbur). Besar kemungkinan, hal ini dilakukan saat Asma’ ra melakukan shalat Dhuha, sebab Ubadah yang datang kepadanya, lalu pergi ke pasar dan balik lagi.

    Riwayat lain mengatakan bahwa kisah ini terkait dengan Ummul Mukminin Aisyah binti Abi Bakar ra, dan bahwasanya do’a yang dibacanya berbunyi: Allahumma munna ‘alaina, waqina adzabas-samum, innaka anta al-Barru ar-Rahimu. Artinya, ya Allah, berikanlah suatu pemberian kenikmatan kepada kami, lindungi kami dari azab neraka, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Pemberi Kebajikan dan Dzat Yang Maha Penyayang. (lihat Tafsir Ibn Abi Hatim, saat menafsirkan ayat 27-28 surat Ath-Thur)

    Semoga Allah swt memberikan taufiq, hidayah dan kekuatan kepada kita agar bisa konsisten melakukan shalat Dhuha. Amiin.

     
    • Silvi Anggraini 1:01 am on May 4, 2011 Permalink | Reply

      NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

      LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

      1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
      2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
      3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
      4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
      5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
      6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://uangtebal.wordpress.com/

      • yuli anisah 5:24 am on October 1, 2012 Permalink | Reply

        kami tunggu petunjuk kerjanya

    • heriyadi 2:22 am on September 22, 2011 Permalink | Reply

      segera kirimkan cara kerjanya yang lengkap…thank

  • blistyo 2:49 am on February 10, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , , , , ,   

    Niat dan keutamaan sholat Dhuha 

    Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Waktu shalat dhuha kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur dengan niat shalat dhuha.

    Tata Cara Sholat Dhuha, Niat dan Keutamaan Shalat Dhuha

    Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam. Berikut penjelasan tata cara, niat, rahasia dan keutamaan mengerjakan shalat Dhuha :

    A. Tata Cara Shalat Dhuha

    * Niat shalat dhuha didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram :
    “Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.”
    “Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’alaa.”

    • Membaca doa Iftitah
    • Membaca surat Al-Fatihah
    • Membaca satu surat didalam Al-Quran
    • Surat Asy-Syams
    • Surat Al-Lail
    • Surat Adh-Dhuha
    • Surat Al Insan
    • (Atau surat Al-Quran yg lainnya)
    • Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
    • I’tidal dan membaca bacaanya
    • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
    • Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
    • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
    • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.

Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:

“Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu”.

“Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

“Allaahumma innad dhuha dhuhaauka, wal-jamaala jamaaluka, wal-qudrota qudratuka, wal-’ishmata ‘ishmatuka. In kaana rizqii fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu, bi haqqi dhuhaaika wa jamaalika wa qudratika, ya Allah”.

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya masa pagi ini adalah masa pagiMU, keindahan ini adalah keindahanMU, kuasa ini adalah kekuasaanMU, kenyamanan ini adalah kenyamananMU. Seandainya rizki saya tersembunyi di dalam bumi maka keluarkanlah, jika di langit turunkanlah, jika haram bersihkanlah, berkat kesejatian masa pagiMU, keindahanMU, dan kekuasaanMU, ya Allah.”

B. Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha

Hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:

“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:

Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.

Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).

Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”

Mereka menjawab;  “Ya!

Rasul saw berkata lagi: 
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” 
(Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:

“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami`: 634)

4. Memeroleh ganjaran di sore hari

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:

Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”

(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).

5. Pahala Umrah

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…” (Shahih al-Targhib: 673).

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda:

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..”(Shahih al-Jami`: 6346).

6. Ampunan Dosa

“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

7. untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberkatannya.

Rasulullah SAW bersabda di dalam Hadis Qudsi,“Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat solat dhuha, kerana dengan solat tersebut, Aku tunaikan permintaanmu pada pagi harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)

Dalam hadis yang lain dikatakan,“Barangsiapa yang masih berdiam diri di msjid atau tempat solatny setelah subuh kerana melakukan I’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat solat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR. Abu Daud)

Dengan mengetahui tata cara, niat dan keutamaan shalat Dhuha diatas, semoga menjadi pedoman untuk selalu melaksanakan shalat sunah dhuha dengan benar. Dengan niat karna Allah, semoga mendapat pahala dan tempat yg baik di akhirat nanti. Amin.. Dari berbagai sumber.

 
  • blistyo 1:45 am on January 3, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , , sunna,   

    Cara melakukan Solat Dhuha 

    Salah Satu Cara Melakukan Solat Dhuha (2 Rakaat): Solat ini adalah tanda kesyukuran seorang hamba yang dikurniakan lengkap sendi tulangnya sebanyak 360 batang pada setiap pagi yang dilaluinya. Justeru, dhuha atau pagi yang penuh nikmat Ilahi itu disyukuri dengan menyembah Allah, simbolik kepada terima kasih seorang hamba kepada Penciptanya

    Waktu : Pada saat matahari naik lebih kurang sepenggalahan hinggalah matahari berada tepat ditengah-tengah langit . Waktu yang paling utama ialah apabila cuaca sudah mulai panas.

    Niat : ” Aku solat sunat Dhuha dua rakaat, kerana Allah Taala”.

    1) Mengangkat takbiratul ihram dan berniat.

    2) Rakaat Pertama : Baca Surah Al Fatihah dan satu Surah lain

    3) Rakaat Kedua : Baca Surah Al Fatihah dan satu Surah lain (Seelok-elok surah lain itu samada ‘WA AL-SYAMSI WA DHUHA’ atau ‘WA AL-DHUHA )

    4) Di dalam sujud akhir rakaat kedua, bacalah zikir ‘YA WAHHAB ‘(Allah Maha Pemberi) sebanyak 41 kali.

    5) Setelah beri salam bacalah zikir “YA BASITH” (Maha Melapangkan hidup) sebanyak 10 kali.

    6) Kalau boleh, baca pula ayat seribu dinar 3 kali.

    7) Bacalah doa solat Dhuha iaitu: “Ya Allah bahawasanya waktu Dhuha itu adalah waktu dhuhaMu,kecantikan itu adalah kecantikanMu, keindahan itu adalah keindahanMU, kekuatan itu adalah kekuatanMu, kekuasaan itu adalah KekuasaanMu dan perlindungan itu adalah perlindunganMu. Ya Allah jika rezekiku masih di atas langit,turunkanlah, jika rezekiku di dalam bumi, keluarkanlah, jika rezekiku sukar, mudahkanlah,jika ia dari sumber yang haram maka sucikanlah,dan jika ia masih jauh dekatkanlah. Berkat waktu dhuhaMu, KeagunganMu, KeindahanMu, KekuatanMu, dan KekuasaanMu, limpah dan kurniakanlah kepada hamba-hambaMu.” Amin

     
    • alias 2:07 am on August 8, 2011 Permalink | Reply

      amat sesuai diamalkan berterusan

  • blistyo 3:47 pm on July 18, 2010 Permalink | Reply  

    Do’a Shalat Dhuha 

    Allaahuumma innadh Dhuhaa’a Dhuhaa’uka

    Wal bahaa’a bahaa’uka

    Wal jamaala jamaaluka

    Wal quwwata quwaatuka

    Wal qudrata qudratuka

    Wal ‘ishmata ‘ishmatuka

    Allaahumma inkaana rizqii fis samaa’i fa anzilhu

    Wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu

    Wa inkaana mu’siran fa yassirhu

    Wa inkaana haraaman fa thahhirhu

    Wa inkaana ba’iidan fa qarribbu

    Bihaqqi Dhuhaa’ika

    wa bahaa’ika

    wa jamaalika

    wa quwwatika

    wa qudratika

    Aatinii maa aataita ibaadakash shlaalihiin.

     
  • blistyo 3:48 pm on July 17, 2010 Permalink | Reply  

    Doa Solat Dhuha 

    ALLAAHUMMA INNADLDLUHAA-A DLUHAA-UKA WAL BAHAA-A BAHAA-UKA WAL JAMAALA JAMAALUKA WAL QUWWATA QUWWATUKA WAL QUDRATA QUDRATUKA WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FISSAMAAI FA ANZILHU WA IN KAANA FIL ARDLI FA AKHRIJHU WA IN KAANA MU’SIRAN FAYASSIRHU WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU BIHAQQI DLUHAA-IKA WA BAHAA-IKA WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA AATINII MAA AATAITA ‘IBAADAKASHSHAALIHIIN.

    “Ya Allah, sesungguhnya waktu dluhaa adalah waktu dluhaa-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rizqi kami di atas langit, turunkanlah, bila dalam bumi, keluarkanlah, bila sukar, mudahkanlah, bila haram, sucikanlah, bila jauh, dekatkanlah, dengan hak waktu dluhaa, keagungan, kebagusan, kekuatan dan kekuasaan-Mu. Berilah kepada kami apa-apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih-shalih.”

     
  • blistyo 6:52 am on July 11, 2010 Permalink | Reply
    Tags:   

    Rahasia Shalat Dhuha. 

    Oleh : Amir Faishol Fath

    Allah SWT dalam beberapa ayat
    bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat Assyams, Allah
    berfirman, ”Demi matahari dan demi waktu dhuha.” Bahkan, ada surat
    khusus di Alquran dengan nama Addhuha.

    Pada pembukaannya, Allah
    berfirman, ”Demi waktu dhuha.” Imam Arrazi menerangkan bahwa Allah SWT
    setiap bersumpah dengan sesuatu, itu menunjukkan hal yang agung dan
    besar manfaatnya. Bila Allah bersumpah dengan waktu dhuha, berarti waktu
    dhuha adalah waktu yang sangat penting. Benar, waktu dhuha adalah waktu
    yang sangat penting. Di antara doa Rasulullah SAW: Allahumma baarik
    ummatii fii bukuurihaa. Artinya, ”Ya Allah berilah keberkahan kepada
    umatku di waktu pagi.”

    Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang
    aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah
    kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan
    keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak
    sempat shalat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu. (More …)

     
    • Dicky BP 1:51 am on April 4, 2011 Permalink | Reply

      Assalammu’alaikum wr.wb.
      Alhamdulillah sampai hari ini Insya Allah saya selalu sholat sholat Dhuha dengan rahmat dari Allah Allah yaitu diberkan ni’mat sehat,iman dan Islam sehingga saya masih dapat mendirikan sholat Dhuha.
      Dan tentang pahala sholat saya serahkan kepada Allah Swt dan saya haya melaksanakannya sesuai sunnah Rasulullah Saw dengan istiqomah .

      Wassalammu’alaikum wr.wb.

      IKHWAN

  • c
    Compose new post
    j
    Next post/Next comment
    k
    Previous post/Previous comment
    r
    Reply
    e
    Edit
    o
    Show/Hide comments
    t
    Go to top
    l
    Go to login
    h
    Show/Hide help
    shift + esc
    Cancel
    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.