Updates from September, 2014 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blistyo 9:13 pm on September 2, 2014 Permalink | Reply
    Tags:   

    image

    Memperbanyak Istighfar Supaya Cepat Dapat Jodoh dan Rizki Lancar

    Oleh: Badrul Tamam

    Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

    Istghfar memiliki banyak faidah di kehidupan akhirat dan dunia. Ia menjadi sebab datangnya maaf dan ampunan Allah atas dosa dan kesalahan. Sedangkan dosa menjadi sebab berbagai kesulitan di dunia dan akhirat. Maka siapa Allah ampuni dosa-dosanya karena sebab istighfarnya, Allah akan menghindarkan darinya kesulitan dunia dan ahirat. Sebaiknya, Allah akan berikan berbagai kemudahan dan keberkahan.

    (More …)

     
  • blistyo 8:18 pm on July 24, 2014 Permalink | Reply  

    Niat Zakat Fitrah 

    Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri :

    NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNAFSII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA

    Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala

    Niat zakat Fitrah untuk Istri :

    NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN ZAUJATII FARDHAN LILLAHI TA’AALAA

    Artinya: Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya, Fardhu karena ALLAH TA’ALA

    Niat zakat Fitrah untuk anak laki-laki atau perempuan :

    NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN WALADII ….. / BINTII ….. FARDHAN LILLAHI TA’AALAA

    Artinya :sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya (sebut namanya) / anak perempuan saya (sebut namanya), Fardhu karena ALLAH TA’ALA

    Niat zakat Fitrah untuk orang yang ia wakili :

    NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘AN (……) FARDHAN LILLAHI TA’AALAA

    Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas ….. (sebut nama orangnya), Fardhu karena ALLAH TA’ALA

    Niat zakat Fitrah untuk diri sendiri dan untuk semua orang yang ia tanggung nafkahnya :

    NAWAITU AN-UKHRIJA ZAKAATAL FITHRI ‘ANNII WA ‘AN JAMII’I MAA YALZAMUNII NAFAQAATUHUM SYAR’AN FARDHAN LILLAHI TA’AALAA

    Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat atas diri saya dan atas sekalian yang saya dilazimkan (diwajibkan) memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena ALLAH TA’ALA..

     
  • blistyo 8:18 pm on July 24, 2014 Permalink | Reply
    Tags:   

    do’a pada malam lailatul qadar 

    Perbanyak Doa ‘Mohon Maaf’ ini Saat Lailatul Qadar

    image

    Dpa memperbaiki urusan

    اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    Allahumma Innaka ‘Afuwwun, Tuhibbul ‘Afwa, Fa’fu ‘Anni

    “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf dan senang kepada pemberian maaf, maka maafkanlah kesalahanku.”

    Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.

    Doa di atas adalah doa yang berkaitan dengan sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan dan punya kaitan dengan Lailatul Qadar. Doa tersebut menjadi sangat istimewa karena diajarkan sendiri oleh

    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada istri tercinta beliau, ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha. Yaitu saat putrid al-Shiddiq itu bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?” kemudian BeliauShallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Ucapkanlah:

    اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Mahapemaaf dan senang kepada pemberian maaf, maka maafkanlah kesalahanku.” (HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)

    Nama Allah “Al-‘Afuww” Dalam Al-Qur’an

    Nama Allah “Al-‘Afuww” disebutkan lima kali dalam Al-Qur’an. Pertama, disebutkan bersama nama-Nya “Al-Qadir”.

    إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا

    “Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.” (QS. Al-Nisa': 149)

    terkadang seseorang memaafkan kesalahan orang lain karena dia tidak mampu membalas atas keburukannya. Namun Allah Subhanahu wa Ta’alamenyebutkan, Dia memaafkan, padahal Dia kuasa membalas keburukan (dosa) hamba. Maka ini adalah pemberian maaf yang sebenarnya dan sangat istimewa.

    Kedua, penyebutan nama al’Afuww yang lainnya digandeng dengan nama-Nya “Al-Ghafur”.

    إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

     “Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Nisa': 43)

    فَأُولَئِكَ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا

    “Mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya.  Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Nisa': 99)

    Ayat-ayat yang menyebutkan nama Allah “Al-‘Afuww” yang memiliki sifat pemberi maaf, sesungguhnya menunjukkan bahwa Allah senantiasa dikenal bersifat pemaaf. Senantiasa mengampuni dan memberi maaf kepada hamba-hamba-Nya, walau mereka sering berdosa kepada-Nya. Dan mereka sangat berhajat kepada maaf-Nya sebagaimana mereka berhajat kepada rahmat dan kemurahan-Nya. Bahkan bisa dikatakan, kebutuhan mereka kepada maaf Allah lebih daripada kebutuhan mereka kepada makan dan minum. Kenapa? Karena kalau tidak memberikan maaf kepada penduduk bumi, niscaya hancur dan binasalah mereka semua dengan dosa-dosa mereka.

    Sifat maaf Allah adalah maaf yang lengkap dan paling luas dari dosa-dosa yang dilakukan hamba-Nya. Apalagi kalau mereka datang dengan iman, taubat, istighfar, dan amal-amal shalih yang menjadi sarana untuk mendapatkan maaf Allah. Sesungguhnya tidak ada yang bisa menerima taubat para hamba dan memaafkan kesalahan mereka dengan sempurna kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala.

    . . . Doa tersebut menjadi sangat istimewa karena diajarkan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada istri tercinta beliau, ‘AisyahRadhiyallahu ‘Anha. . .

    Makna Nama Allah “Al-Afuww”

    Kalimat ‘afaa, secara bahasa –sebagaimana yang disebutkan dalam kamus- memiliki dua makna: Pertama, memberi dengan penuh kerelaan. Ini seperti kalimat, “A’thaituhu min maali ‘afwan”, maknanya: aku beri dia sebagian dari hartaku yang berharga dengan penuh kerelaan tanpa diminta. Ini seperti firman Allah Ta’ala:

    وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ

    “Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”.” (QS. Al-Baqarah: 219)

    sehingga itu dikeluarkan dengan penuh keridhaan. Wallahu a’lam.

    Kedua, al-izalah (menghilangkan/menghapus). Seperti kalimat, “‘Afatir riihu al-atsara” artinya: angin telah menghilangkan/menghapus jejak. Contoh nyata terdapat dalam catatan sirah nabawiyah (sejarah perjalanan hidup Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) tentang perjalanan hijrah: Saat beliau bersembunyi di goa Tsur bersama Abu Bakar, adalah Asma’ binti Abu Bakar membawakan makanan untuk keduanya. Maka terdapat dalam catatan:  

    فأمر غلامه أن يعفوآثار أقدام أسماء حتى لا يعرف الكفار طريق النبي

    “Maka ia memerintahkan budaknya agar menghilangkan/menghapus jejak kaki Asma’ sehingga orang-orang kafir tidak tahu jalur yang ditempuh oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.”

    Maka ada tiga kandungan dalam nama Allah “Al-‘Afuww’ ini: Menghilangkan dan menghapuskan, lalu ridha, kemudian memberi. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menghilangkan, menghapuskan dosa-dosa hamba-Nya dan bekas dosa tersebut. Lalu Allah meridhai mereka. Kemudian sesudah meridhai, Dia memberi yang terbaik (maaf) tanpa mereka memintanya.

    Perbedaan al’Afuww (Mahapemaaf) dan al-Ghaffar (Mahapengampun)

    Supaya kita bisa merasakan keistimewaan nama Allah al-‘Afuww (Mahapemaaf) dengan sebenarnya, maka kita ketahui perbedaan antara dia dengan al-Ghaffar. Pada dasarnya, semua nama Allah adalah sangat baik. Tapi al-‘Afuww itu memiliki makna lebih dalam daripada maghfirah. Karena maghfirah, adalah ampunan dosa namun dosa itu masih ada. Dosa tersebut ditutupi oleh Allah di dunia dan di akhirat nanti juga ditutupi dari pandangan makhluk. Sehingga Allah tidak menyiksa seseorang dengan dosa tersebut, tapi dosa itu masih ada.

    Adapun maaf, maka dosa yang dilakukan hamba sudah tidak ada. Kayak-kayaknya ia tidak pernah melakukan kesalahan. Karena dosa itu telah dihilangkan dan dihapuskan sehingga bekasnya tidak lagi terlihat. Dari sisi ini, pemberian maaf lebih istimewa.

    Boleh jadi seseorang melakkan dosa-dosa keculi, ia tidak banyak ibadah di Lailatul Qadar atau tidak mendapatkannya, maka ia datang di hari kiamat akan mendapati Allah sebagai Mahapengampun. Namun nanti dosa-dosa itu akan ditampakkan dan disuruh ia mengakuinya. Berbeda dengan yang -boleh jadi- melakukan dosa besar, lalu ia bertaubat, giat ibadah di Lailatul Qadar sehingga mendapatkannya, maka di hari kiamat ia memperoleh maaf. Maka Allah Mahapemaaf tidak lagi menyebutkan kesalahan-kesalahannya, karena sudah dihapuskan. Adapun al-Ghafur (Mahapengampun), terkadang dosanya masih disebut dan dinampakkan, namun Dia tidak menyiksa/menghukum karenanya.

    Perbedaan keduanya, terlihat jelas dalam dua hadits berikut ini:Pertama, hadits tentang datangnya seorang hamba pada hari kiamat, lalu Allah Tabarakan wa Ta’ala berfirman kepadanya: “Wahai hamba-Ku, mendekatlah!” Maka hamba tadi mendekat. Lalu Allah menurunkan tabir penutup atasnya, dan bertanya padanya: “Apakah kamu ingat dosa ini? Apakah kamu ingat dosa itu?” -Dan ini menunjukkan bahwa bekas dosa itu masih ada dalam catatan amal-. Lalu hamba tadi menjawab, “Ya, masih ingat wahai Rabb.” Hamba tadi mengira akan binasa. Lalu Allah berfirman padanya: “Aku telah tutupi dosa itu atasmu di dunia, dan hari ini Aku beri ampunan atas dosa itu untukmu.” Ini adalah maghfirah.

    Sedangkan al-‘afuww (pemaafan atas dosa), maka Allah akan berfirman pada hari kiamat kepada seseorang yang telah dimaafkan-Nya, “Wahai fulan, Sesungguhnya aku telah ridha kepadamu karena perbuatanmu di dunia, Aku telah ridha kepadamu dan memaafkanmu, maka pergilah dan masuklah ke dalam surga.”

    Al-afuww adalah apa yang didapatkan hamba pada hari kiamat, saat Allah berfirman kepadanya: Wahai hambaku, berangan-anganlah dan berkeinginanlah, maka sungguh Aku telah mengampunimu.” Maka tidaklah engkau berangan-angan terhadap sesuatu kecuali aku berikan kepadamu itu.” Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]

     Oleh: Badrul Tamam

    ________________________
    Catatan: Dianjurkan untuk membanyak doa pada malam yang agung ini, Lailatul Qadar. Doa apa saja yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, dianjurkan untuk dimunajatkan kepada Allah di malam itu, karena ia termasuk waktu mustajab. Tidak khusus hanya doa di atas saja.

    Hadis do’a pada malam lailatul qadar.
    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan ?”
    Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

    (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).”

    (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850)

     
  • blistyo 6:43 pm on July 24, 2014 Permalink | Reply  

    Doa Hari Ke-27 Ramadhan 

    اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

    Allahummarzuqnii fiihi fadhla laylatil-Qodri wa shoyyir umuurii fiihi minal-‘usri ilaal-yusri waqbal ma’aadziirii wa huththo ‘anniyidz-dzanba wal wizro, Yaa Ro’ufan bi’ibaadatish-sholihiina..

    Yaa ΛLLΛH, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr,
    jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidak mampuan-ku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya yang salih.
    آَمِيّـٍـِـنْيَآرَبْآلٌعَآلَمِِيِ

     
  • blistyo 9:52 pm on July 1, 2014 Permalink | Reply
    Tags:   

    Doa hari ke – 4 Ramadhan 

    اَللَّهُمَّقَوِّنِيْفِيْهِعَلَىإِقَامَةِأَمْرِكَوَأَذِقْنِيْفِيْهِحَلاَوَةَذِكْرِكَوَأَوْزِعْنِيْفِيْهِلأدَاءِشُكْرِكَبِكَرَمِكَوَاحْفَظْنِيْفِيْهِبِحِفْظِكَوَسِتْرِكَيَاأَبْصَرَالنَّاظِرِيْنَ
    “Allahumma qawinnii fiihi ‘alaa amrika wa awzi’nii liadaa i syukrika bikaramika wahfazhnii bihifzhika wa sitrika yaa absharannaazhiriin”

    O Allah make me stronger to carry out Thy commands,in this month,let me taste the sweetness of Thy praise,put me in the mood of giving thanks to Thee,and protect me with Thy most reliable cover,O the discerning Perceiver.

    Ya Allah.. Mohon berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU, dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU. Mohon berilah aku kekuatan untuk bersyukur kepada-MU, dengan kemuliaan- MU. Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU, Wahai dzat Yang Maha Melihat”.              Ααmïïπ ..​Ααmïïπ…
       Ƴαα..Ŕobba’alaamiiπ

     
  • blistyo 9:54 pm on June 29, 2014 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Do’a Ramadhan Hari Kedua 

    اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقَمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    ALLAHUMA QORRIBNII FIIHI ILA MARDHOOTIKA WA JANNIBNII FIIHI MIN SUKHTIKA WA NAQIMAATIKA WAWAFFIQNII FIIHI LIQIROOATI AAYAATIKA BIROHMATIKA YAA ARHAMARR RAAHIMIIN

    Ya Allah.. Dekatkanlah aku kepada Keredhaan-Mu dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta balasan-Mu. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat Mu dengan rahmat Mu, wahai Maha Pengasih kepada semua pengasih.
    Ααmïïπ ..​Ααmïïπ…
       Ƴαα..Ŕobba’alaamiiπ

     
  • blistyo 9:53 pm on June 29, 2014 Permalink | Reply
    Tags:   

    Do’a Ramadhan Hari Pertama 

    اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

    ALLAHUMAJ’AL SHIYAAMII FIIHI SHIYAAMAS SHOOIMIINA, WA QIYAAMI FIIHI QIYAAMAL QAAIMIINA, WA NABBIHNII FIIHI ‘AN NAUMATIL GHOOFILIINA, WA HAB LII JURMII FIIHI YAA ILAAHAL ‘AALAMIINA WA’FU ‘ANNI YAA ‘AAFIYAN ‘ANIL MUJRIMIINA.

    Ya Allah.. Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidurnya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku… Wahai Tuhan sekalian alam. Dan ampunilah aku, wahai pengampun para pembuat dosa..Ααmïïπ ..​Ααmïïπ…
       Ƴαα..Ŕobba’alaamiiπ

     
  • blistyo 6:34 am on October 29, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , , ,   

    Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya. 

    Dpa memperbaiki urusan

    Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya

    Allah Ta’ala berfirman:

    وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِينَ آمَنُو
    “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Hasyr: 10)

    Allah Ta’ala berfirman tentang doa Ibrahim -alaihishshalatu wassalam-:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
    “Wahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)

    Allah Ta’ala juga berfirman tentang Nuh -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau berdoa:

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
    “Wahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” (QS. Nuh: 28)

    Dan juga tentang Nabi Muhammad -alaihishshalatu wassalam- dimana beliau diperintahkan dengan ayat:

    وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
    “Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)

    Dari Abu Ad-Darda’  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
    مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
    “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim no. 4912)

    Dalam riwayat lain dengan lafazh:

    دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
    “Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.”
    (More …)

     
  • blistyo 6:24 am on October 29, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Barangsiapa membiasakan dirinya sebelum berdoa untuk mengawali dengan berdoa/mengucap Asmaul A’zham ini maka akan mempermudah/mempercepat terkabulnya do’a kita.. 

    Asmaul A’zham Al Husna. 

    1. يقول يا ارحم الراحمين

    YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.

    Artinya : Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.

    ان لله تعالى ملكا موكلا بمن يقول يا ارحم الراحمين فمن قالها ثلاثا قال له الملك ان ارحم الراحمين قد أقبل عليك فسل.

    Dari Abu Umamah ra., Nabi Muhammad saw. bersabda: Inna lillaahi ta’aalaa malakan muwakkalan biman yaqulu yaa arhamar roohimiina faman qoolahaa tsalaatsan qoola lahul malaku inna arhamar roohimiina qod aqbala ‘alaika, fasal.

    Artinya : Sesungguhnya Allah swt. itu mempunyai seorang Malaikat yang ditugaskan kepada orang yang berkata “YAA ARHAMAR ROOHIMIIN” (wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang), barangsiapa yang mengatakan perkataan itu tiga kali, maka malaikat itu berkata kepadanya, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih Lagi Penyayang telah menerima pujianmu, Maka bermohonlah.”. (HR. Al Hakim)

    2. يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

    YAA HAYYU YAA QAYYUUM.

    Artinya : Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).

    حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ الْمُغِيرَةِ الْمَخْزُومِيُّ الْمَدِينِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْفَضْلِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَهَمَّهُ الْأَمْرُ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَإِذَا اجْتَهَدَ فِي الدُّعَاءِ قَالَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ

    Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Al Mughirah Al Makhzumi Al Madini serta lebih dari satu orang, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dari Ibrahim bin Al Fadhl dari Al Maqburi dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila merasa gundah karena suatu perkara maka beliau mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan: “SUBHAANALLAHIL ‘AZHIIMI” (Maha Suci Allah yang Maha Agung). Dan apabila bersungguh-sungguh dalam berdoa beliau mengucapkan: “YAA HAYYU YAA QAYYUUM” (Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. (HR. At Tirmidzi No.3358)

    (More …)

     
  • blistyo 1:16 am on August 23, 2013 Permalink | Reply
    Tags:   

    Shalawat di Hari Jumat 

    Perbanyak shalawat di hari Jum’at untuk peroleh syafaat.

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ ولَيْلَةِ الْجُمْعَةِ فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْداً وَ شَفِيْعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ –البيهقي

    Artinya: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Banyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat Al Baihaqi, dihasankan oleh As Suyuthi.

    Hadits di atas memotifasi agar umat Islam memperbanyak membaca shalawat untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di malam dan hari Jumat. Abu Thalib Al Makki menyatakan bahwa bisa disebut banyak, minimal shalawatnya dilakukan 300 kali Faidh Al Qadir, 2/111Al Munawi juga menjelaskan bahwa hari Jumat memiliki banyak fadhilah di antara hari-hari yang lain baik di dunia maupun akhirat. Di dunia hari Jumat merupakan hari raya sedangkan hari Jumat di akhir merupakan manusia memasuki istana dan rumah-rumah mereka di surga. Sehingga perlu mensyukurinya dengan banyak bershalawat.

    Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri selain memberi syafaat juga menjadi saksi bagi pelakunya atas amalan-amalan kebaikan yang dilakukan sehingga menyebabkan pelakunya naik derajat lebih tinggi. Ingin mendapat syafaat? Mari perbanyak shalawat, khususnya di hari Jumat.Rep: Sholah SalimEditor: Thoriq

    sumber: Shalawat di Hari Jumat.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.