Updates from October, 2013 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • blistyo 6:34 am on October 29, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , , ,   

    Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya. 

    Dpa memperbaiki urusan

    Keutamaan Mendoakan Orang Lain Tanpa Sepengetahuannya

    Allah Ta’ala berfirman:

    وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِينَ آمَنُو
    “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Hasyr: 10)

    Allah Ta’ala berfirman tentang doa Ibrahim -alaihishshalatu wassalam-:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
    “Wahai Rabb kami, beri ampunilah aku dan kedua ibu bapaku dan semua orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim: 41)

    Allah Ta’ala juga berfirman tentang Nuh -alaihishshalatu wassalam- bahwa beliau berdoa:

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
    “Wahai Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” (QS. Nuh: 28)

    Dan juga tentang Nabi Muhammad -alaihishshalatu wassalam- dimana beliau diperintahkan dengan ayat:

    وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
    “Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan.” (QS. Muhammad: 19)

    Dari Abu Ad-Darda’  dia berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:
    مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
    “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim no. 4912)

    Dalam riwayat lain dengan lafazh:

    دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
    “Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah doa mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdoa) ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan seperti itu.”
    (More …)

     
  • blistyo 6:24 am on October 29, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , ,   

    Barangsiapa membiasakan dirinya sebelum berdoa untuk mengawali dengan berdoa/mengucap Asmaul A’zham ini maka akan mempermudah/mempercepat terkabulnya do’a kita.. 

    Asmaul A’zham Al Husna. 

    1. يقول يا ارحم الراحمين

    YAA ARHAMAR ROOHIMIIN.

    Artinya : Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.

    ان لله تعالى ملكا موكلا بمن يقول يا ارحم الراحمين فمن قالها ثلاثا قال له الملك ان ارحم الراحمين قد أقبل عليك فسل.

    Dari Abu Umamah ra., Nabi Muhammad saw. bersabda: Inna lillaahi ta’aalaa malakan muwakkalan biman yaqulu yaa arhamar roohimiina faman qoolahaa tsalaatsan qoola lahul malaku inna arhamar roohimiina qod aqbala ‘alaika, fasal.

    Artinya : Sesungguhnya Allah swt. itu mempunyai seorang Malaikat yang ditugaskan kepada orang yang berkata “YAA ARHAMAR ROOHIMIIN” (wahai Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang), barangsiapa yang mengatakan perkataan itu tiga kali, maka malaikat itu berkata kepadanya, sesungguhnya Allah yang Maha Pengasih Lagi Penyayang telah menerima pujianmu, Maka bermohonlah.”. (HR. Al Hakim)

    2. يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

    YAA HAYYU YAA QAYYUUM.

    Artinya : Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya).

    حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ يَحْيَى بْنُ الْمُغِيرَةِ الْمَخْزُومِيُّ الْمَدِينِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْفَضْلِ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَهَمَّهُ الْأَمْرُ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَإِذَا اجْتَهَدَ فِي الدُّعَاءِ قَالَ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ

    Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Yahya bin Al Mughirah Al Makhzumi Al Madini serta lebih dari satu orang, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dari Ibrahim bin Al Fadhl dari Al Maqburi dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila merasa gundah karena suatu perkara maka beliau mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan: “SUBHAANALLAHIL ‘AZHIIMI” (Maha Suci Allah yang Maha Agung). Dan apabila bersungguh-sungguh dalam berdoa beliau mengucapkan: “YAA HAYYU YAA QAYYUUM” (Wahai Dzat Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. (HR. At Tirmidzi No.3358)

    (More …)

     
  • blistyo 1:16 am on August 23, 2013 Permalink | Reply
    Tags:   

    Shalawat di Hari Jumat 

    Perbanyak shalawat di hari Jum’at untuk peroleh syafaat.

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أَكْثِرُوا مِنَ الصَّلَاةِ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ ولَيْلَةِ الْجُمْعَةِ فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ كُنْتُ لَهُ شَهِيْداً وَ شَفِيْعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ –البيهقي

    Artinya: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Banyaklah bershalawat kepadaku di hari Jumat dan malam Jumat. Barang siapa melakukan hal itu, maka aku menjadi saksi dan pemberi syafa’at baginya di hari kiamat Al Baihaqi, dihasankan oleh As Suyuthi.

    Hadits di atas memotifasi agar umat Islam memperbanyak membaca shalawat untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di malam dan hari Jumat. Abu Thalib Al Makki menyatakan bahwa bisa disebut banyak, minimal shalawatnya dilakukan 300 kali Faidh Al Qadir, 2/111Al Munawi juga menjelaskan bahwa hari Jumat memiliki banyak fadhilah di antara hari-hari yang lain baik di dunia maupun akhirat. Di dunia hari Jumat merupakan hari raya sedangkan hari Jumat di akhir merupakan manusia memasuki istana dan rumah-rumah mereka di surga. Sehingga perlu mensyukurinya dengan banyak bershalawat.

    Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri selain memberi syafaat juga menjadi saksi bagi pelakunya atas amalan-amalan kebaikan yang dilakukan sehingga menyebabkan pelakunya naik derajat lebih tinggi. Ingin mendapat syafaat? Mari perbanyak shalawat, khususnya di hari Jumat.Rep: Sholah SalimEditor: Thoriq

    sumber: Shalawat di Hari Jumat.

     
  • blistyo 10:29 am on August 4, 2013 Permalink | Reply  

    Doa yang Belum Terkabul. 

    Dpa memperbaiki urusan

    Dpa memperbaiki urusan

    Ass. Wr. wb.

    Pak Ustad kenapa yah kok setiap kali saya berdoa memohon sesuatu, kayaknya belum terkabul terus?,  Padahal saya sudah menjalankan semuanya, mulai dari sholat malam, sholat hajat dll, adakah solusinya pak ustad? apa yang harus saya lakukan?, kadang saya suka iri kok ada orang yang sholat aja gak tapi hidupnya berkecukupan.., makasih atas jawabannya..

    Wasallam..

    Waalaikumussalam Wr Wb

    Allah swt berfirman :

    هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

    Artinya : “Dialah yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Maka sembahlah dia dengan memurnikan ibadat kepada-Nya. segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.” (QS. Ghofir : 65)

    Dibanyak ayat, Allah swt telah memerintahkan kita untuk berdoa dan menjanjikan pengabulannya sebagaimana juga disebutkan dibanyak hadits. Doa adalah ibadah atau otak ibadah sebagaimana ditegaskan disebagian hadits. Dan setiap ibadah memiliki rukun-rukun, syarat-syarat dan adab-adab sehingga doa itu menjadi sah dan diterima.

    Para ulama berkata bahwa sesungguhnya diantara syarat-syarat diterimanya doa adalah menghadirkan fikiran dan hati saat berdoa. Maka tidak cukup bagi seseorang hanya sekedar menggerakkan bibir tatkala berdoa sementara fikirannya berpaling dari Allah dan tidaklah cukup hanya menghadirkan fikiran sementara perasaannya dingin akan tetapi haruslah disertai dengan keinginan agar dikabulkan, rasa takut akan tidak dikabulkan dan menghadirkan keagungan Allah swt.

    Hal ini dikuatkan dengan apa yang disebutkan di akhir ayat yang menyebutkan doa Nabi Ayyub, Dzin Nuun dan Zakaria tatkaa mengatakan,” wahai Roobul ‘Izzah…

    إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

    Artinya : “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)

    Seorang yang berdoa haruslah menjadi orang yang taat kepada Allah swt tanpa ada kekurangan, menyambut ketaatan dengan rasa senang, bersegera, berharap pengabulan doanya, serta rasa takut dengan mengahadirkan fikiran dan hati.

    Didalam hadits shahih bahwa memakan yang haram mencegah pengabulan doa sebagaimana disebutkan Rasulullah saw tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalan yang jauh, rambutnya kusut dan berdebu yang menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, ”Wahai Robb, wahai Robb sementara makanannya haram, pakaiannya haram bagaimana,doanya akan dikabulkan.”

    Perkara-perkara diatas (didalam hadits itu) yang menjadikan doa dikabulkan ditambah lagi berbagai perkara yang disunnahkan diantaranya : bersuci, menghadap kiblat, berdoa dengan doa-doa yang ma’tsur, berupaya memilih waktu-waktu dan tempat-tempat yang diberkahi seperti setengah malam akhir, antara adzan dan iqomat, tatkala melihat ka’bah, saat pengabulan doa di hari jum’at….

    Juga membuka doa dengan mengucapkan basmalah, memuji Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan menutupnya dengan shalawat atasnya juga… (Fatawa Al Azhar juz IX hal 369) (More …)

     
    • Turmudzi Addamiri 2:53 am on October 5, 2013 Permalink | Reply

      Ternyata tujuan doa itu bukanlah pada pengabulannya, melainkan doa itu adalah bentuk penghambaan diri kepada Allah Ta’ala yang sejalan dengan perintahNya. Doa itu pasti dikabul oleh Allah, entah bagaimana caranya, Allah lebih tahu apa yang lebih baik untuk kita. Contoh, apabila kita berdoa minta diberi rizki berupa kekayaan, bertahun-tahun kita melakukan itu, dan semua syarat dan lainnya sudah kita penuhi, namun kita merasa doa kita tidak dikabul, itu adalah tanda bahwa memang doa kita tidak dikabul. Namun apabila kita pasrah menyerahkan segala yang terbaik untuk kita kepada Allah, itu adalah yang terbaik. Kadang kita tidak pernah sadar bahwa nikmat yang Allah beri sangat berlimpah dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali, bahkan tidur itu sendiri adalah nikmat, kita pun tidak pernah berterima kasih kepada Allah Ta’ala kalau jantung kita ini masih berdetak, padahal kita tidak pernah berdoa untuk itu.
      Orang-orang yang tidak ta’at atau bahkan kafir akan Allah, kok malah diberi nikmat yang tak terhingga berupa kekayaan dan lain sebagainya. Saudaraku, ketahuilah, bisa jadi itu adalah istidraj (Mohon koreksi), Allah beri namun dengan maksud untuk menjerumuskan mereka sejauh-jauhnya dari Allah Ta’ala.
      Wallahu a’lam bish showaab.

  • blistyo 2:52 am on August 4, 2013 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Bisikan Hati Ketika Berwudhu 

    wudhu1Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhu seperti Yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya “Ihya Ulumuddin”. Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya.

    Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya yang tersendiri.

    1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah ampunilah dosa mulut dan lidahku ini.”

    2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, putihkanlah mukaku di akhirat kelak (sebagaimana berserinya wajah ahli surga), Janganlah Kau hitamkan muka ku ini”.

    3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini” Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangan kanan.

    4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, “Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiriku ini”. Ahli Neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan kiri.

    5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,”Ya Allah, lindungilah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan Arasy-Mu”

    6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,”Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini.”

    7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan.”Ya Allah, permudahkan-lah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim”.

    8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu Dengan,”Ya
    Allah,bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat”

    Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wudlhu sedemikian rupa?
    Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita peroleh dalam menghayati Islam? Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam? Bersyukurlah dan bertaubat selalu.

    zainul@c-consulting.co.id

     
  • blistyo 10:06 am on June 22, 2013 Permalink | Reply
    Tags:   

    Mengapa Doaku Tak Kunjung Dikabulkan? 

    dalam-doaJika seorang muslim berdoa pada Allah agar diberi rizki dan diberi keturunan, akan tetapi doanya tak kunjung pula terkabulkan, apakah seperti itu adalah buah dari tidak diterimanya amalan?Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanyakan seperti di atas. Lalu jawaban beliau rahimahullah,

    Ada berbagai faktor yang menyebabkan doa tak kunjung dikabulkan. Doa tersebut tidak terkabul boleh jadi karena jeleknya amalan, maksiat dan kejelekan yang seseorang perbuat. Boleh jadi juga sebabnya adalah karena makan makanan yang haram. Juga bisa jadi karena ia berdoa biasa dalam keadaan hati yang lalai. Boleh jadi pula karena sebab lainnya sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan dalam hadits,

    ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ  اللَّهُ أَكْثَرُ

    “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.”[1]

    (More …)

     
  • blistyo 5:20 am on June 20, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , , tahiyat   

    Doa Sebelum Salam (tahiyat akhir) 

    allah.pngAllahumma inni audzubika min ‘adzaabil qobri,

     wa’uudzu bika min fitnatil masiihi dajjal,

     wa a’uudzu bika min fitnatil mahyaa wa fitnatil mamaati,

     Allahumma inni a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghram

     


    Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur,

    dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah dajjal,

    dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian.

    Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari perbuatan dosa dan hutang.

    (HR Bukhari : 832,833)

     
  • blistyo 4:54 am on June 20, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , sujud   

    doa sunnah yang dibaca pada sujud terakhir dalam shalat 

    allah.png

    Allahummaghfirlii

    Dzanbii Kullahu

    Diqqohu Wajillahu

    Wa Awwalahu Wa Akhirahu

    Wa’alaaniyatahu Wa Sirrahu

    Ya Allah
    Ampunilah semua dosa-dosaku
    Yang kecil maupun yang besar,
    Yang awal maupun yang akir,
    Yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi

    (HR Muslim : 483)

     
  • blistyo 6:44 am on June 19, 2013 Permalink | Reply
    Tags: , , Hamdalah, ,   

    PENGANTAR & TATAKRAMA BERDOA 

    allah.png“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku,

    maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat.
    Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa
    apabila dia berdoa kepadaKu.
    Sebab itu hendaklah mereka memohon kepadaKu
    supaya mereka memperoleh petunjuk.”
    (Qur’an Surat Al Baqarah 186)
    Berdoa merupakan puncak ibadah yang menggambarkan peristiwa pertemuan seorang hamba dengan Sang Khalik.
    Sebelum kita berdoa, hendaknya dimulai dengan etika yang luhur (Adab Berdoa), agar kita memiliki kesiapan batin untuk berkomunikasi dengan Allah SWT sebelum menyampaikan maksud yang sebenarnya.
    Di antara tata cara berdoa yang baik adalah apabila diawali dan diakhiri dengan membaca umul Qur’an Surat Al Fatihah.

    TATAKRAMA  BERDOA

    (More …)

     
  • blistyo 11:54 am on June 10, 2013 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Tahlil Seratus Kali Sehari 

    tauhidIslam memang luar biasa. Bayangkan, hanya dengan membaca suatu lafal wirid tahlil tertentu sebanyak seratus kali setiap hari, maka Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan setidaknya empat manfaat. Kalimat tersebut berbunyi sebagai berikut:

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ

    وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    “Tidak ada ilah selain Allah semata. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segenap kerajaan dan miliknya segenap puji-pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Berkuasa.”

    Dalam sebuah hadits beliau menjanjikan empat manfaat yang bakal didapat si muslim sepanjang hari di mana ia membaca lafal tersebut sebanyak seratus kali.

    (More …)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.