Tiga Bulan yang Mulia —> Amalan Bulan Sya’ban

Beberapa hadis Rasulullah Muhammad SAWW:

“Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulannya umatku. Siapa yang berpuasa satu hari di bulan Rajab, Allah akan memberinya surga dan dia akan dijauhkan dari kemarahan Allah, dan akan ditutup baginya pintu neraka.”

 

“Sesungguhnya Sya’ban adalah bulanku, siapa yang berpuasa sehari dalam bulan itu, maka surga baginya.”

 

 “Siapa yang berpuasa di bulan Sya’ban karena cinta pada Rasulullah dan taqarrub ilal-Lah (keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah), dan keinginan untuk mendekatkan diri pada kemuliaan bulan ini, pada hari akhir nanti, dia akan dikaruniai surga.”

 

Menurut saya (yang sangat awam ini), sepertinya hikmah dari seruan Rasul agar kita berpuasa (dan melakukan berbagai amalan) pada dua bulan menjelang Ramadhan ini adalah untuk mempersiapkan jiwa manusia ketika bertemu dengan bulan Ramadhan. Bila kita sudah ‘latihan’ secara maksimal di dua bulan sebelumnya, insya Allah, kita akan menjalani bulan Ramadhan dengan stamina fisik dan ruh yang prima.

 

Sayang sekali, bulan Rajab udah lewat. Saya tidak terpikir bikin jurnal seperti ini pada bulan Rajab, karena terus-terang, bulan itu saya lewati dengan sia-sia, sibuk dengan urusan duniawiah melulu  Sekarang, saya terinspirasi setelah baca jurnalnya Mbak Lea.  Berikut ini, saya akan sarikan beberapa amalan bulan Sya’ban dari kitab Mafatihul Jinan (Kunci-Kunci Surga)– ini yang saya tulis tidak lengkap, saya pilih yang rada enteng2 aja.

 

1.       Setiap hari mengucapkan istighfar sebanyak 70 kali (astaghfirullaahal-ladzi laa ilaaha illal-Lah, huwar-rahmaanur-rahiim, al hayyul-qayyum, wa atuubu ilaih).

2.       Setiap hari Kamis di bulan Sya’ban: sholat dua rakaat, tiap rakaat baca Al Fatihah dan 100 kali Al-Ikhlas. Selesai salam, baca sholawat (Allhumma sholli alaa Muhammad wa aali Muhammad) sebanyak 100 kali.

Pahala: Allah akan mengabulkan hajat (permohonan/doa) kita dan akan mengabulkan puasa yang kita lakukan di bulan Sya’ban ini.

3.       Puasa 3 hari dalam bulan Sya’ban dan di malam harinya (setelah siangnya berpuasa) sholat sunnah sebanyak 11 rakaat (kayak sholat tahajud, 5 kali sholat–masing2 dua rokaat, ditambah satu rokaat witir), masing-masing baca Al Fatihah 1 kali dan Al Ikhlas 11 kali. Hari yang paling afdhal untuk puasa: hari pertama dan ketiga di bulan Sya’ban.

4.       Malam ke-13: disunnahkan untuk sholat dua rokaat, masing2 baca Al Fatihah dan surat Yasin, Al Mulk, Al Ikhlas (kalau tidak hapal, ya kita sholat sambil pegang Quran atau letakkan Quran di atas meja di samping kita).

5.       Malam ke-14: sholat yg no. 6 di atas dilakukan 2 kali (jadi keseluruhan ada 4 rokaat)

6.       Malam ke-15: sholat yg no. 6 di atas dilakukan 3 kali (jadi keseluruhan ada 3 rokaat)

Barangsiapa yang melakukan amalan ini (no. 6,7,8), dia akan memperoleh keutamaan dari ketiga bulan mulia itu (jadi, ini amalan untuk bulan Rajab-Sya’ban-Ramadhan) dan Allah akan mengampuni seluruh dosanya kecuali dosa syirik/menyekutukan Tuhan

7.       Sore hari ke-14 (berarti, menyambut malam ke-15), disunnahkan mandi (kayak mandi wajib itu loh, rambut juga dicuci), lalu sepanjang malam disunnahkan untuk sholat sunnah, baca Quran, dan zikir.

Salah satu zikir yang dianjurkan untuk dibaca pada malam ke-15: subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wal-Lahu akbar (sebanyak 100 kali)

 

Catatan: ini kan amalan sunnah, jadi, bisa dilakukan semampu kita. Misalnya, amalan no.6, kalau terasa berat, ya sudah, baca Al Ikhlas aja. Soal pahala biarlah urusan Allah. Yang jelas niatkan untuk mendekatkan diri pada Allah dan Rasul-Nya, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal ibadah kita. Yang penting, kita sudah berusaha menyiapkan mental dan fisik untuk menjalani bulan Ramadhan.

 

Tips: buat kaum perempuan (kata ustadzah di pengajian RT-ku) bisa sekalian dimanfaatkan untuk puasa qadha (jadi, niatnya sekalian untuk bayar utang puasa di tahun lalu)…sambil menyelam minum air 

About these ads